nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Saya Batalkan Kenaikan Premium dengan Realistis

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 13:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 13 337 1963572 jokowi-saya-batalkan-kenaikan-premium-dengan-realistis-sVGiolXGfv.jpg Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan pembatalan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu yang lalu. Dia memastikan bahwa keputusannya tersebut merupakan tindakan yang realistis.

"Sudah saya batalkan dengan hitung-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis. Tapi (jelasnya) tanyakan ke Dirut Pertamina. Itu teknis," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018).

Baca: Apresiasi Pembatalan Kenaikan Harga BBM, Kubu Prabowo-Sandi Berikan Catatan

Kepala Negara mengungkapkan, pada awalnya pembahasan kenaikan harga tidak hanya Premiun saja. Pembahasan itu pun telah dilakukan sekitar sebulan yang lalu.

"Kenaikan harga BBM tidak hanya Premium saja, Pertamax, Dex (seris) itu memang sudah kita bicarakan sebulan lalu, dan sudah kita putuskan naik. Karena memang harga ICP brand juga naik," paparnya.

Foto: Okezone/Heru Haryono 

Menurut dia, pembatalan harga Pertamina setelah adanya hasil hitung-hitungan bagaimana nanti dampak inflasi dan daya beli masyarakat.

Baca: Harga Premium Batal Naik, Hasto: Bentuk Perhatian Jokowi ke Rakyat Kecil

Selain itu, pembatalan harga Pertamina juga melihat dampak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kemudian keuntungan di Pertamina tergerus berapa. dan terakhir saya hitung balik, dapat data banyak meskipun sebelumnya sudah saya hitung balik, karena menyangkut kepentingan rakyat menyangkut kebutuhan rakyat, yang nanti bisa menjadikan konsumsi itu menjadi lebih rendah," terangnya.

Ia memaparkan bahwa ekonomi Indonesia masih bertumpuh pada konsumsi sebesar 56%. Sehingga, pemerintah akan mengubah menjadi ekonomi produktif namun belum teralisasi dengan baik.

"Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina tidak signifikan. Sudah saya putuskan Premium batal saja," tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini