nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datang ke Palu, Sekjen PBB Pastikan Komitmen untuk Korban Gempa

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 03:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 337 1963454 datang-ke-palu-sekjen-pbb-pastikan-komitmen-untuk-korban-gempa-zKlOm9SCaa.jpg Sekjen PBB Antonio Guterres di lokasi gempa dan tsunami di Kota Palu. (Foto: AP)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK), Jumat 12 Oktober 2018, untuk kedua kalinya datang ke Palu, Sulawesi Tengah, pascagempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR) dan terjangan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sebagian kota ini pada akhir September lalu.

Kali ini ia tidak sendiri. JK ditemani Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva.

Mereka melihat langsung dampak gempa di salah satu lokasi terburuk, yaitu di permukiman Balaroa di Palu Barat. Lebih dari 770 rumah ambles ke dalam tanah akibat likuefaksi. Mereka juga datang ke Pantai Talise yang tersapu tsunami.

Sebelum datang ke Balaroa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan wilayah yang terdampak gempa dan upaya yang telah dilakukan pascagempa. Ia mengatakan penanganan darurat hingga kini masih berlangsung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober.

Selain datang ke Balaroa, rombongan Wapres JK juga mengunjungi RSU Anutapura yang kini terpaksa merawat pasien-pasien di halaman rumah sakit karena sebagian gedung mengalami keretakan dan tidak aman dihuni. Lokasi pengungsian di Lapangan Vatulemo yang terletak di depan Kantor Wali Kota Palu adalah lokasi terakhir yang dikunjungi.

Hunian Sementara Akan Dibangun dalam 2 Bulan

JK mengatakan pemerintah telah menetapkan target dua bulan untuk mendirikan hunian sementara bagi warga yang terdampak gempa agar kondisi mereka berangsur pulih. "Akan dibangun segera. Paling lambat dua bulan semua yang di tenda-tenda sudah dipindahkan ke hunian sementara," ujarnya kepada wartawan.

Soal lokasi hunian sementara itu akan diputuskan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Wali Kota Palu Hidayat.

Sekjen PBB Tunjukkan Solidaritas kepada Warga Terdampak Gempa

Sementara Sekjen PBB Antonio Guterres, yang sebelum datang ke Palu sempat menghadiri forum "Panel Antar-Negara terkait Perubahan Iklim" IPCC di Bali, mengatakan bakal selalu bersama masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah.

"Mustahil kita tidak merasa sedih ketika melihat kehancuran sebagaimana yang kita saksikan ini. Tetapi ini saat untuk menunjukkan dan saya ingin melakukannya atas nama PBB, dan saya yakin seluruh masyarakat internasional, solidaritas penuh kepada warga Sulawesi dan rakyat Indonesia, dan kekaguman yang sangat besar atas ketahanan yang ditunjukkan warga yang terdampak gempa ini. Keberanian dan semangat solidaritas mereka sungguh luar biasa," demikian pernyataan Guterres di Balaroa yang dikeluarkan oleh markas besar PBB di New York.

PBB Memastikan Komitmen Bantu Indonesia

Lebih jauh pemimpin PBB tersebut memberikan penghargaan atas respons yang sangat cepat dan efektif yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Ia mengatakan sudah mengirim sejumlah orang ke lapangan tetapi menilai Indonesia yang harus memimpin, dan masyarakat internasional bersifat mendukung.

"Itu alasan kehadiran kami dan komitmen kepada warga Sulawesi, kepada rakyat Indonesia, dan kekaguman kami yang luar biasa atas apa yang telah dilakukan,” tambahnya.

Pernyataan yang kurang lebih sama disampaikannya dua kali melalui media sosial Twitter.

Akses Darat dan Laut Pulih, Penanganan Korban Gempa Makin Cepat

Berdasarkan pemantauan VOA di lokasi bancana, penanganan korban terdampak gempa berlangsung lebih cepat setelah akses lewat darat dan laut pulih, dan kembali beroperasinya fasilitas dasar seperti listrik, air bersih dan BBM.

Khusus untuk memperbaiki jaringan listrik di Palu dan Donggala, PLN mengerahkan lebih dari 1.500 personel guna memulihkan pasokan dari gardu induk menuju ke rumah-rumah warga. Sementara BBM sudah dapat diakses di 33 dari 36 SPBU yang beroperasi di Palu, Donggala, dan Sigi.

Koordinasikan Bantuan Internasional, BNPB Terus Jalin Hubungan dengan Kemlu dan AHA Center

BNPB melalui pernyataan tertulis mengatakan pihaknya terus menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance (AHA Centre) untuk menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara lain. Bantuan itu mencakup pesawat terbang, makanan, dan nonmakanan.

Kepala Kantor UNOCHA Indonesia Oliver Lacey-Hall memuji kemitraan AHA Centre dan BNPB serta komunitas ASEAN yang telah membangun solidaritas dalam penanggulangan bencana.

Sedikitnya 2.090 Orang Meninggal Akibat Gempa dan Tsunami

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 telah menewaskan sedikitnya 2.090 orang. Kemudian lebih dari 10.679 luka-luka dan 87.000 warga terpaksa mengungsi di ratusan lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini