Perjalanan Panjang Pelarian Eddy Sindoro hingga Menyerahkan Diri ke KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 12 Oktober 2018 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 12 337 1963221 perjalanan-panjang-pelarian-eddy-sindoro-hingga-menyerahkan-diri-ke-kpk-zJ5Nv05KMZ.jpg Foto: Arie/Okezone

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Sindoro (ESI) menyerahkan diri‎ ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat pagi, (12/10). Eddy menyerahkan diri ke KPK melalui Atase Kepolisian RI di Singapura.

Eddy ‎Sindoro sendiri telah beberapa kali dipanggil oleh KPK untuk diperiksa pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Namun, mantan Chairman PT Paramount Enterprise‎ tersebut selalu mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi ataupun tersangka.

Eddy Sindoro diketahui ditetapkan sebagai tersangka pada November 2016 dan baru menyerahkan diri pada 12 Oktober 2018. KPK sempat mengidentifikasi keberadaan Eddy melalui perpanjangan paspor di Myanmar setelah beberapa kali mangkir saat akan diperiksa.

"Pada November 2017, ESI‎ diduga mencoba melakukan perpanjangan paspor Indonesia di Myanmar," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

 korupsi

KPK melakukan pelacakan dan diketahui Eddy berpindah-pindah tempat sejak 2016 hingga 2018. Pelarian Eddy Sindoro mulai dari Bangkok, Malaysia, Singapura, dan Myanmar.

"Dari akhir 2016 hingga 2018, ESI diduga berpindah-pindah di sejumlah negara," terangnya.

(Baca juga: Eddy Sindoro Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK Setelah 2 Tahun Buron)

(Baca juga: Eddy Sindoro Kabur ke Luar Negeri, KPK Geledah Kantor Pengacara Lucas)

Pada akhir Oktober 2018, KPK pun resmi menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Eddy Sindoro ke pihak Kepolisian. Eddy resmi menjadi buronan KPK sejak saat itu.

"29 Agustus 2018 ESI dideportasi untuk dipulangkan ke Indonesia," sambung Saut.

Setelah dideportasi dari luar negeri, Eddy pun tiba di Indonesia pada 29 Agustus 2018. Namun, setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) ‎Jakarta, Eddy kembali diterbangkan ke Bangkok, Thailand, yang diduga tanpa melalui proses Imigrasi.

 kourpis

"Kemudian, pada 12 Oktober 2018, pagi hari waktu Singapura, ESI menyerahkan diri pada KPK melalui atase kepolisian RI di Singapura," tambah Saut.

Tim KPK langsung menuju Singapura setelah mendapatkan informasi tersebut. Eddy dibawa oleh tim KPK ke Indonesia sekira pukul 12.20 waktu Singapura.

"Sekitar pukul‎ 14.30 tim membawa ESI tiba di Gedung KPK dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Seperti diketahui, Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap perkara peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Eddy Sindoro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini