Share

Ajukan PK, Irman Gusman: Mudah-mudahan Kekeliruan Ini Bisa Diperbaiki

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 10 Oktober 2018 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 10 337 1962212 ajukan-pk-irman-gusman-mudah-mudahan-kekeliruan-ini-bisa-diperbaiki-XIJqAMmAuf.jpeg Irman Gusman (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap kuota impor gula sebesar Rp100 juta, Irman Gusman berharap, Peninjaun Kembali (PK) yang diajukannya dapat memperbaiki kekeliruan putusan hakim terhadap dirinya.

"Bukti-bukti lain daripada, mudah-mudahan kekeliruan ini bisa diperbaiki lagi. Sehingga saya tidak perlu menjalani masa sisa hukuman," katanya usai menjalani sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat. Rabu (10/10/2018).

PK Irman Gusman 

Irman menilai, pengajuan PK saat ini dianggap tepat, sebab alasan pengajuan sidang tersebut dilandasi adanya tiga alasan, yakni ditemukan 3 bukti baru, adanya kontradiksi putusan majelis hakim dan adanya kekeliruan hakim yang menjatuhkan putusan.

"Iya memang sudah waktunya saja (PK). Nanti tergantung putusannya lah," bebernya.

(Baca Juga: Irman Gusman Ajukan PK Kasus Gula Impor, Kantongi 3 Alat Bukti Baru)

Dalam persidangan PK, Irman menegaskan uang Rp100 juta sama sekali tidak ada hubungannya dengan jabatannya saat itu, yakni sebagai Ketua DPD RI. Irman justru menganggap keputusannya saat itu membantu masyarakat Sumatera Barat, karena saat itu di wilayah Sumbar, gula sangat langka

"Iya, bahkan kewajiban saya ketika itu untuk melegitimasi wilayah Sumatera Barat. Waktu lebaran itu kan adanya kelangkaan gula, saya merekomendasikan dengan kenalan saya karena saya tahu persis, latar belakang saya sebelumnya juga seorang pengusaha sehingga ke Bulog tetap melalui prosedur enggak ada yang dirugikan, masyarakatnya senang yang Rp16 ribu jadi Rp10 ribu sehingga dengan Bulog juga baik terus dengan menstabilkan harga gula juga jalan," ujarnya.

"Jadi, dia hanya memberikan apresiasi semacam oleh-oleh kepada saya, seharusnya dia memberikan kue gitu, tapi dia enggak tau maaf-maaf ya. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat kita semua," tutupnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini