nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sebut Adik Zulkifli Hasan dan Pelaku Lainnya Diduga Terima Suap hingga Rp56 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 09:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 337 1961941 kpk-sebut-adik-zulkifli-hasan-dan-pelaku-lainnya-diduga-terima-suap-hingga-rp56-miliar-JA5vYlt152.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi penerimaan uang suap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan oknum lainnya‎ dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR. Total uang suap yang diterima adik kandung Zulkifli Hasan dan kroninya diduga mencapai Rp56 miliar.

"Sampai saat ini penyidik terus menyisir dan mengidentifikasi dugaan fee sekitar Rp56 miliar dalam proyek-proyek‎," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (10/10/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya sedang menelusuri proyek-proyek yang menjadi bahan bancakan Zainudin Hasan dan sejumlah pelaku. Diduga, Zainudin menerima komisi dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR Lampung Selatan sejak 2016 hingga 2018.

"‎Kami lakukan penelusuran informasi terhadap fee proyek-proyek lain di tahun 2016, 2017, dan 2018 di Dinas PUPR," terang Febri.

(Baca juga: KPK Selisik Aset Adik Zulkifli Hasan yang Diduga Berasal dari Hasil Korupsi)

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Tak hanya itu, tambah dia, Tim Penyidik KPK juga sedang menyelisik aset-aset milik Zainudin Hasan yang diduga berasal dari hasil korupsi. Nantinya aset-aset tersebut disita dan uangnya dikembalikan kepada negara.

"KPK perlu melakukan pemetaan aset untuk kepentingan asset recovery nantinya agar nanti jika sudah terbukti di pengadilan hingga inkracht, maka aset-aset yang pernah dikorupsi dapat dikembalikan ke masyarakat melalui mekanisme keuangan negara," jelas Febri.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Lampung Selatan pada tahun anggaran 2018. Empat tersangka tersebut yakni Bupati Lampsel Zainudin Hasan; anggota DPRD Lampsel Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Diduga, Zainudin menerima suap dari Bos CV 9 Naga Gilang Ramadhan sebesar Rp600 juta. Zainudin berperan mengarahkan semua proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan melalui Agus Bhakti Nugraha. Zainudin meminta agar Agus Bhakti koordinasi dengan Anjas Asmara untuk mengatur proyek di Lampsel.

(Baca juga: Adik Zulkifli Hasan Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Proyek Lampung Selatan)

Ilustrasi dugaan suap. (Foto: Shutterstock)

Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar, dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini