nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Selisik Aset Adik Zulkifli Hasan yang Diduga Berasal dari Hasil Korupsi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 20:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961800 kpk-selisik-aset-adik-zulkifli-hasan-yang-diduga-berasal-dari-hasil-korupsi-nL0LiN9PWS.jpg Zainudin Hasan.

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik aset Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang diduga berasal dari hasil korupsi. Sebab, ada ketidakserasian antara keterangan Zainudin dengan saksi lain terkait aset yang sedang ditelisik KPK.

Sebagaimana hal tersebut terungkap setelah tim penyidik memeriksa Zainudin Hasan sebagai saksi ‎untuk tersangka Anjar Asmara. Dari pemeriksaan terhadap Zainudin, KPK menelisik adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Pemeriksaan terhadap ZH (Zainudin Hasan), penyidik mendalami beberapa keterangannya yang dinilai tidak sinkron dengan keterangan saksi lainnya, yaitu terkait perolehan dan kepemilikan aset," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2018).‎

Febri Diansyah. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

Selain memeriksa Zainudin, penyidik KPK juga menggali keterangan Komisaris PT 9 Naga Emas, Yoga Swara. Menurut Febri, pemeriksaan Yoga untuk mendalami sejumlah proyek yang didapat perusahaannya dari Zainudin. Yoga merupakan kakak pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan, yang juga tersangka dalam kasus ini.

(Baca juga: Adik Zulkifli Hasan Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Proyek Lampung Selatan)

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang dikerjakannya bersama tersangka GR (Gilang Ramadhan)," pungkasnya.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Lampung Selatan, tahun anggaran 2018. Empat tersangka tersebut yakni Zainudin Hasan; anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

Diduga, Zainudin menerima suap dari Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Zainudin berperan mengarahkan semua proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan melalui Agus Bhakti Nugraha. Zainudin meminta agar Agus Bhakti koordinasi dengan Anjas Asmara untuk mengatur proyek di Lampsel.

Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini