nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Malang Ngaku Tersangka, KPK: Kami Belum Bisa Sampaikan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 16:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961664 bupati-malang-ngaku-tersangka-kpk-kami-belum-bisa-sampaikan-Cgx2AyCAQQ.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Tim penindakan Komisi Pemberantasan ‎Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen terkait penanganan sebuah perkara dari pendopo Bupati Malang, Rendra Kresna. Dokumen tersebut disita saat tim menggeledah pendopo Bupati Malang, pada Senin, 9 Oktober 2018, kemarin.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah masih enggan membongkar soal status hukum Rendra Kresna setelah tim penindakan menggeledah kediaman Bupati Malang tersebut. Padahal, penggeledahan di pendopo Bupati Malang sudah masuk ke dalam proses penyidikan yang otomatis sudah ada tersangkanya.

(Baca Juga: Rumahnya Digeledah KPK, Bupati Malang: Doakan Saja Selamat) 

"Informasi tentang penyidikannya belum bisa kami sampaikan, saat ini karena masih diperlukan sejumlah tindakan awal di penyidikan tersebut," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2018).

Bupati Malang Rendra Kresna usai rumah dinasnya digeledah KPK. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)	Bupati Malang Rendra Kresna Usai Rumah Dinasnya Digeledah KPK (Foto: Avirista Midaada/Okezone) 

Sementara usai digeledah penyidik KPK, Bupati Malang Rendra Kresna mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi anti rasuah tersebut. Hal ini ia sampaikan kepada awak media, saat ditemui di kantor pendopo Pemkab Malang.

"Saya disangkakan menerima gratifikasi dari pemborong rekanan DAK (Dana Alokasi Khusus) 2011. Ya tersangka, saya membaca di berita acaranya penggeledahan itu menyatakan bahwa saya tersangka kasus ini, nama Rendra Kresna," ungkap Rendra.

Penyidik KPK pada Selasa (9/10/2018) sudah melakukan penggeledehan di beberapa tempat di lingkungan Pemkab Malang yakni Pendopo Agung tepatnya di Bagian Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di Jalan KH Agus Salim yang berada di Kota Malang.

Sementara di Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, penyidik komisi anti rasuah menggeledah Dinas Perumahan, Permukiman, dan Cipta Karya, dan Dinas Pendidikan.

(Baca Juga: Bupati Malang Tersangka Gratifikasi Dana Alokasi Khusus 2011)

Dari pantauan Okezone di lokasi, di Dinas Pendidikan tiga unit mobil minibus yang ditumpangi penyidik KPK tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, dan langsung masuk ke dalam kantor.

Sementara di lokasi Dinas Perumahan, Permukiman, dan Cipta Karya di kawasan Blok Office Pemkab Malang, penyidik tiba di lokasi pukul 10.45 WIB dengan pengawalan ketat dua orang petugas kepolisian bersenjata lengkap.

Di kedua kantor tersebut, para pegawai masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan di Dinas Cipta Karya, beberapa PNS juga tampak keluar masuk terutama saat memasuki jam istirahat. Di BPKAD Pemkab Malang di Jalan Agus Salim Kota Malang, penyidik KPK tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka tiba dengan menggunakan dua unit mobil dan langsung memasuki ruangan.

Hingga pukul 13.00 WIB, para penyidik KPK pun masih berada di tiga lokasi kantor yang berbeda wilayah yakni Kota Malang dan Kota Kepanjen ini.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini