nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adik Zulkifli Hasan Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Proyek Lampung Selatan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 10:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961444 adik-zulkifli-hasan-diperiksa-kpk-terkait-kasus-suap-proyek-lampung-selatan-TcK5EtQbfp.jpg Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Adik Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka Anjar Asmara.

"‎Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Anjar Asmara)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (9/10/2018).

Tak hanya Zainudin Hasan, penyidik juga akan memeriksa Komisaris PT 9 Naga Emas, Yoga Swara sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Dia akan diperiksa untuk tersangka Zainudin Hasan.

(Baca Juga: Ketum PAN Diperiksa KPK sebagai Saksi Suap Bupati Lampung Selatan)

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Lampung Selatan, tahun anggaran 2018. Empat tersangka tersebut yakni, Bupati Lampsel, Zainudin Hasan; anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

Diduga, Zainudin menerima suap dari Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Zainudin berperan mengarahkan semua proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan melalui Agus Bhakti Nugraha. Zainudin meminta agar Agus Bhakti koordinasi dengan Anjas Asmara untuk mengatur proyek di Lampsel.

‎Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini