nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miftahul Jannah Didiskualifikasi, Perempuan Muslim Harus Didukung Mendobrak Tradisi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 09:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961438 miftahul-jannah-didiskualifikasi-perempuan-muslim-harus-didukung-mendobrak-tradisi-dRsC6pWgAr.jpg Miftahul Jannah (Foto: Instagram)

JAKARTA - Keputusan diskualifikasi atlet blind judo Asian Para Games 2018 karena memakai hijab disayangkan sejumlah pihak, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Diketahui, diskualifikasi Miftahul Jannah terkait aturan dari Federasi Judo Internasional yang mengharuskan setiap atlet judo tampil tanpa penutup kepala karena masalah keselamatan.

“Keputusan diskualifikasi Miftahul Jannah sangat disayangkan. Tentu bagi orang yang percaya, memakai hijab merupakan kewajiban untuk perempuan muslim,” kata juru bicara PSI bidang pemberdayaan perempuan dan pemuda, Dara A. Kesuma Nasution, Selasa (9/10/2018).

Atlet seperti Miftahul, kata Dara, pasti sudah berlatih berbulan-bulan untuk sampai di titik ini. Butuh kerja keras luar biasa dari seorang atlet difabel. "Miris sekali kalau akhirnya didiskualifikasi," ujar perempuan yang juga sebagai caleg DPR RI Dapil Sumut III.

(Baca Juga: MUI Minta Menpora Turun Tangan soal Atlet Judo Didiskualifikasi karena Tolak Lepas Jilbab)

Menurut Dara, peraturan Federasi Judo Internasional yang melarang atlet perempuan mengenakan penutup kepala berimplikasi pada sempitnya ruang untuk perempuan muslim untuk berkarya.

“Perempuan muslim yang terjun dalam dunia olahraga justru harus didukung karena mendobrak tradisi lama dan membuka seluas-luasnya kesempatan untuk berkreasi," tegasnya.

Karena itu, Dara berharap, Federasi Judo Internasional dapat menyesuaikan aturan dan menemukan solusi dari masalah keselamatan yang menjadi dasar argumen atlet judo tidak diperbolehkan mengenakan hijab.

“Dunia tentu dapat berubah dan bukan berarti perubahan dalam dunia olahraga tidak mungkin dicapai. Kita dapat lihat kebijakan Federasi Bola Basket Internasional telah memperbolehkan atlet bola basket untuk mengenakan hijab saat bertanding,” ujarnya.

Miftahul Jannah, imbuhnya, bukan atlet pertama yang tersandung cita-citanya karena peraturan ini. "Semoga ini menjadi catatan untuk Federasi Judo Internasional agar kelak tidak ada lagi perempuan muslim berhijab yang harus menanggalkan cita-citanya karena pakaian yang ia kenakan," pungkas Dara.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini