nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Minta Menpora Turun Tangan soal Atlet Judo Didiskualifikasi karena Tolak Lepas Jilbab

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 09:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961425 mui-minta-menpora-turun-tangan-soal-atlet-judo-didiskualifikasi-karena-tolak-lepas-jilbab-UIBXAbV4aN.jpg Miftahul Jannah, atlet judo Indonesia di Asian Para Games 2018. (Foto: Instagram @miftahul_blindjudo)

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi turun tangan terkait didiskualifikasinya pejudo putri Indonesia, Miftahul Jannah, dari ajang Asian Para Games 2018.

Gagalnya Miftahul Jannah bertanding di pesta olahraga terbesar se-Asia itu lantaran menolak melepas jilbab ketika bertanding. Alhasil, wasit akhirnya mendiskualifikasinya. Mengingat, hal itu merupakan regulasi dalam cabang olahraga ini.

"Menpora harus menjelaskan kepada Internasional Olympic Paragames soal hijab atau penutup rambut bagi wanita Muslim adalah sesuatu yang hukumnya wajib dikenakan atau Muslimah dalam Islam wajib menutup aurat," kata Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah kepada Okezone di Jakarta, Senin (8/10/2018).

(Baca juga: MUI Prihatin Miftahul Jannah Didiskualifikasi karena Tolak Lepas Jilbab)

Dari sisi agama Islam, jelas Ikhsan, rambut adalah aurat perempuan yang harus ditutup dengan hijab. Penjelasan tersebut, menurut dia, sangat penting agar mereka juga memahaminya.

"Sehingga, wanita Muslim tidak terlanggar ketentuan yang diskriminatif tersebut," tutur Ikhsan.

Pertandingan cabor judo di Asian Para Games 2018. (Foto: Twitter)

Di sisi lain, ia mempertanyakan kebijakan wasit yang melarang pejudo dilarang mengenakan hijab. Mengingat, kata dia, cabang olahraga lainnya, seperti silat dan voli diperkenankan.

"Isu ini jangan dibiarkan karena sangat jelas merugikan Indonesia dalam kepesertaannya di cabang olahraga judo," tegas Ikhsan.

(Baca juga: Miftahul Jannah Didiskualifikasi, PBNU: Ke Depan Harus Ada Kostum Adaptif untuk Muslimah)

Oleh karena itu, dia mengimbau Menpora melakukan komunikasi dengan lembaga internasional Olympic Para Games. Apalagi, Indonesia saat ini diuntungkan sebagai tuan rumah.

"Ya memprotes ke internasional Olympic Para games. Sampai event pertandingan tersebut diulang, apalagi kita sedang menjadi tuan rumah. Ini juga memperjuangkan hak asasi manusia pada perhelatan internasional. KONI harus mempersoalkan ini secara tegas," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini