nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Dorong Polisi Ungkap Aktor Intelektual Grup Gay Pelajar di Garut

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 06:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961379 kpai-dorong-polisi-ungkap-aktor-intelektual-grup-gay-pelajar-di-garut-nTB4GH0VEj.jpg Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong aparat kepolisian untuk mengusut aktor intelektual di balik munculnya grup komunitas gay pelajar SMP dan SMA di Garut, Jawa Barat.

"Aktor intelektualnya harus diungkap dan diproses hukum," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada Okezone, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Menurut Retno, polisi harus mengusut tuntas, meski kasus ini tidak dilaporkan arena hal ini meresahkan banyak orangtua, mengingat mayoritas anak zaman sekarang sangat familiar dengan media sosial.

"Kemenkominfo juga harus berkoordinasi dengan Facebook untuk menutup akun tersebut," ucap Retno.

KPAI, kata Retno, sedang mendalami kasus ini dan sudah melakukan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Garut. Menurut Retno, dari hasil kordinasi itu, sampai saat ini belum ada laporan baik dari orangtua korban maupun anggota masyarakat lainnya.

Ilustrasi

"KPAI menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus ini karena komunitas gay ini menyasar anak-anak dan berani membuat grup terbuka di aplikasi Facebook," papar Retno.

Grup tersebut, sambung Retno, sangat berpotensi untuk mengkampanyekan gay di Kalangan anak atau remaja. Apalagi, kata dia, anggota grup itu juga mencapai ribuan anak.

Disisi lain, dengan adanya ini, Retno menilail sangat membahayakan bagi tumbuh kembang anak, karena anak berpotensi memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama atau gay.

(Baca Juga : Soal Grup Gay Pelajar di Garut, MUI: Ini Kejahatan Luar Biasa)

Oleh karenanya, Retno berpandangan, sangat diperlukan terapi psikologis untuk merehabilitasinya. Menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi psikologis dan medis membutuhkan pelibatan masif dari P2TP2A Garut, dinas sosial, dinas PPA dan dinas pendidikan setempat sesuai jenjang pendidikan korban.

(Baca Juga : KPAI Minta Kominfo Tutup Grup Gay Pelajar di Garut)

"Para guru dan orangtua wajib berpartisipasi aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Harus ada sistem pencegahan dan penanganan yang strategis demi melindungi anak-anak dari LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender-red)," ucap Retno.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini