nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Minta Kominfo Tutup Grup Gay Pelajar di Garut

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 20:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 08 337 1961291 kpai-minta-kominfo-tutup-grup-gay-pelajar-di-garut-oQiDPYL91F.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup grup Facebook pria penyuka sesama jenis atau gay di Garut, Jawa Barat. Grup komunitas gay yang viral di media sosial tersebut diduga pesertanya adalah pelajar SMP dan SMA.

"Kominfo harus menutup grup tersebut agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif dan Kepolisian harus melakukan cyber patrol agar grup seperti ini tidak meluas," kata Komisioner KPAI Putu Elvina saat dikonfirmasi Okezone, Senin (8/10/2018).

Putu mengatakan, kasus tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sejurus dengan itu, aparat berwajib diminta mendalami aktivitas grup agar semuanya terang benderang.

"Apakah aktivitas grup mengarah pada pelanggaran pidana seperti pornografi anak, transaksi pelacuran online, kemungkinan trafficking online, apakah semua anggotanya anak, maka harus diselidiki dengan serius sehingga kasus seperti ini tidak terulang seperti kasus 'loly pop candy' yang sebelumnya," tutur Putu.

(Baca Juga: Viral Grup Gay Pelajar di Garut, MUI: Itu Perilaku Menyimpang)

KPAI, lanjutnya, akan berkordinasi dengan Polres Garut untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sejalan dengan itu, KPAI juga meminta Bupati Garut memastikan proses rehabilitasi bagi anak-anak tersebut.

 Ilustrasi

Masyarakat dihebohkan dengan informasi adanya grup pria sesuka sesama jenis atau gay di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Grup komunitas gay yang viral di media sosial tersebut diduga pesertanya adalah pelajar SMP dan SMA. Polisi masih menyelidiki informasi tersebut.

Grup tersebut muncul di Facebook dengan nama 'Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Tercatat sudah 2,6 ribu anggota dalam grup tersebut.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya informasi grup gay pelajar. "Iya betul ada informasi terkait itu," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin 8 Oktober 2018.

"Kita tengah lakukan penyelidikan," jelasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini