nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Cawapres KH Ma'ruf Amin yang Pernah Jadi Korban Hoaks

Badriyanto, Jurnalis · Minggu 07 Oktober 2018 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 07 337 1960783 curhat-cawapres-kh-ma-ruf-amin-yang-pernah-jadi-korban-hoaks-4iX1TQGzlO.jpg KH Ma'ruf Amin (foto: Okezone)

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin mengakui, bangsa Indonesia terkesan terbelah karena beda dukungan di Pilpres 2019. Akibatnya kelompok satu saling hujat kelompok lainnya bahkan hingga berita bohong atau hoaks bertebaran di media sosial.

Ma'ruf Amin bahkan mengaku pernah menjadi korban hoaks, dituduh berjoget dengan perempuan di Tugu Proklamasi, sebelum menuju gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres bersama Joko Widodo (Jokowi) dan timnya.

Bakal Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin Tiba di Kantor Tim Kampanye Nasional

(Baca Juga: Ma'ruf Amin Sepakat 3 Oktober Ditetapkan sebagai Hari Hoaks Nasional) 

"Waktu itu ada lagu memuji Pak Jokowi, banyak orang berjoget, saya bertepuk tangan, itu saya dibilang berjoget, banyak yang mau mendiskreditkan saya, dan saya kehilangan kredibilitas sebagai ulama," kata Ma'ruf Amin saat hadiri penutupan Rapimnas IPPNU di Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Mantan Rais Aam PBNU itu mengingatkan IPPNU dan warga NU lainnya agar berhati-hati bermedia sosial, jangan sampai ikut-ikutan dan menahan diri agar tidak terprovokasi dengan berita bohong yang disebarkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Isu-isu yang miring harus kita jaga, jangan sampai kita ikut seperti mereka, jangan sampai kita terprovokasi," tutur Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

(Baca Juga: Ratna Sarumpaet Tersangka Kasus Hoaks, Begini Tanggapan Ma'ruf Amin) 

Di saat bangsa Indonesia mulai terbelah menjadi dua arus, Ma'ruf Amin berharap warga NU harus menjadi penyejuk dan pemersatu.

"Masalah yang paling dekat kita hadapi, Pileg dan Pilpres, karena itu kita harus menjaga Pileg dan Pilpres agar tidak meinimbulkan perpecahan terhadap bangsa dan negara kita," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini