nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Ingatkan Pentingnya Trauma Healing bagi Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 07 Oktober 2018 07:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 07 337 1960662 dpr-ingatkan-pentingnya-trauma-healing-bagi-korban-gempa-tsunami-sulteng-l1uGDSG0ix.jpg Jokowi menemui korban gempa dan tsunami di Sulteng. (Foto: Taufik F/Okezone)

JAKARTA - Sudah sepekan lebih sejak bencana gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah. Hingga Jumat 5 Oktober 2018 pukul 17.00 Wita, sudah 1.649 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana yang terjadi Jumat 28 September 2018 menjelang Magrib itu.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengingatkan pemerintah untuk tetap fokus melakukan evakuasi, terutama di daerah terisolir selama masa tanggap darurat belum berakhir.

"Saya kira masa tanggap darurat ini ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, harus dipastikan soal evakuasi yang masih belum tuntas, terutama di daerah-daerah yang masih terisolasi," ujar Ace kepada Okezone, Minggu (7/10/2018).

Kenakan Jaket Loreng TNI, Presiden Jokowi Tinjau Korban Gempa Palu

Ace menambahkan, pemerintah juga harus memastikan pendistribusian bantuan sampai dan tepat sasaran ke masyarakat yang menjadi korban bencana. Bantuan, lanjut Ace juga harus merata diberikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

(Baca juga: BNPB: Korban Tewas Gempa Tsunami Sulteng Jadi 1.649 Jiwa)

"Memastikan jalur distribusi bantuan dari masyarakat dalam negeri dan dunia internasional sampai ke masyarakat dengan merata terutama kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, minuman, pakaian dan kebutuhan medis," ucap Ace.

Selain dua hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya menciptakan kondisi tenang bagi masyarakat. Trauma healing atau penyembuhan dari rasa trauma diperlukan masyarakat Sulawesi Tengah untuk bisa bangkit kembali menata kehidupan yang baru pascabencana.

Trauma healing ini, kata Ace sangat penting terutama bagi anak-anak untuk membangkit psikologi mereka. Apalagi bagi anak-anak yang orangtuanya yang dinyatakan meninggal dunia atau belum ditemukan hingga saat ini.

"Trauma healing dan membangkitkan semangat masyarakat untuk tetap dapat hidup normal kembali harus dilakukan," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini