nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantuan Negara Sahabat Capai Rp220 Miliar untuk Gempa-Tsunami Sulteng

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 06 Oktober 2018 21:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 06 337 1960566 bantuan-negara-sahabat-capai-rp220-miliar-untuk-gempa-tsunami-sulteng-awaDFQTdwv.jpg (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat, total komitmen bantuan negara sahabat untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp220 miliar. Sebagian dari komitmen itu sudah disalurkan untuk penanganan tanggap darurat.

"Bantuan dalam bentuk barang mungkin belum bisa dihitung nilainya, dalam bentuk komitmen ada sekitar Rp220 miliar," kata Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018).

Fachir memerinci, negara yang telah berkomitmen memberikan bantuan ialah Korea Selatan USD1 juta, Venezuela USD10 juta, Vietnam dan Laos masing-masing USD100 ribu, Kamboja USD200 ribu, Jerman dan Uni Eropa 1,5 juta Euro, serta Australia sebesar 500 ribu Dollar Australia.

"Ada yang sudah disalurkan langsung misalnya dari Tiongkok USD200 ribu itu langsung ditransfer ke PMI," ujarnya.

Senyum Anak-Anak Korban Gempa Lombok Utara saat Terima Bantuan

Fachir menuturkan, tak semua bantuan dalam bentuk uang itu digunakan untuk tanggap darurat. Menurutnya, bantuan dalam bentuk uang itu nantinya bisa digunakan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

(Baca juga: Kemlu RI: 23 Pesawat Bantuan Asing Telah Diizinkan Masuk ke Indonesia)

"Kami dalam hal ini mencoba juga berikan informasi bahwa setelah tanggap darurat masih ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, bantuan finansial dari negara sahabat juga akan digunakan untuk biaya pemulihan yang lebih besar.

"Jadi dalam penanganan nanti tidak dibelanjakan untuk masa tanggap darurat. Tapi masih ada pekerjaan yang lebih besar, yaitu pada saat nanti pemulihan. Kita perlukan bantuan ini," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, penggunaan bantuan finansial itu bakal diaudit. Sutopo menyebut pemerintah juga akan memberikan laporan penggunaan bantuan finansial tersebut kepada para negera sahabat.

"Tentu pada pemulihan nanti dilakukan audit, dan akan dilaporkan ke negara sahabat yang telah berikan bantuan," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini