nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sudah Tahan 27 Anggota DPRD Sumut dari 38 Tersangka

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 05 Oktober 2018 14:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 05 337 1960122 kpk-sudah-tahan-27-anggota-dprd-sumut-dari-38-tersangka-aVLGIu0gOd.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pember‎antasan Korupsi (KPK) telah menahan 27 Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang diduga menerima suap dari mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Sementara itu, total keseluruhan anggota DPRD Sumut yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap ada 38 orang.

"Dari total 38 tersangka, hingga hari ini 27 tersangka sudah ditahan dan 11 orang tersangka belum ditahan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (5/10/2018).

Adapun, 11 anggota DPRD Sumut penerima suap tersebut yakni, Abu Bokar Tambak, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, dan Taufan Agung Ginting.

Gatot Pujo Nugroho 

Sementara itu, satu tersangka yakni Fery Suando Tanuray Kaban telah menjadi buronan KPK setelah lembaga antirasuah mendaftarkan yang bersangkutan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).‎ Fery menjadi buronan setelah mangkir dan tidak kooperatif.

"Kami juga mengimbau agar Fery Suando Tanuray Kaban segera menyerahkan diri. Bersikap kooperatif akan menguntungkan bagi dirinya sendiri dan membantu penyidik untuk mengungkapkan perkara secara terang benderang dan cepat‎," terangnya.

(Baca Juga: KPK Kembali Menahan Dua Anggota DPRD Sumut)

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Adapun ke-38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembilan.

Kemudian ada Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Atas perbuatan tersebut, mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini