nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita 40 Ribu Dollar Singapura dari Mobil Advokat Lucas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 22:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 03 337 1959355 kpk-sita-40-ribu-dollar-singapura-dari-mobil-advokat-lucas-HTqgKWbHLF.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang 40.000 Dollar Singapura dari dalam mobil seorang advokat bernama Lucas. Lucas sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan tersangka Eddy Sindoro.

"Saya tanya ke tim dari penggeledahan itu disita uang sekitar 40.000 dolar Singapura ya dalam pecahan 1.000 ada sekitar 40 lembar," kata Ju‎ru Bicara KPK, Febri Diansyah dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Febri mengaku pihaknya saat ini masih menelusuri lebih jauh asal-muasal uang tersebut. Diduga, uang tersebut berkaitan dengan perkara dugaan suap kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyeret mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

"Kami sedang menelusuri lebih lanjut dan melakukan kroscek ya berbagai informasi dugaan keterkaitannya dengan perkara pokok yang sedang diproses saat ini," terangnya.

(Baca juga: KPK Tegaskan Tak Sita Mobil Advokat Lucas, Hanya Digeledah)

(Baca juga: Usai Diperiksa, KPK Jebloskan Advokat Lucas ke Penjara)

korupsi

Selain uang, tim juga menyita sejumlah barang bukti lainnya. Tapi, barang bukti lainnya tersebut tidak disita didalam mobil Lucas. Febri masih belum menjelaskan terang barang bukti lainnya itu.

"Ada sejumlah barang bukti yang juga disita sebelumnya tapi untuk penggeledahan mobil itu yang disita adalah uang. saya belum bisa merinci barang bukti apa yang disita karena belum ada informasi yang lebih lengkap terkait hal itu," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Advokat Lucas sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merintangi atau menghalang-halangi penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

Lucas diduga membantu Eddy Sindoro yang sedang diburu ketika melarikan diri serta menyembunyikan mantan petinggi Lippo Group tersebut keluar nege‎ri. Terlebih, saat Eddy Sindoro akan ditangkap oleh pihak otoritas Malaysia.

Eddy Sindoro sendiri sempat dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Malaysia. Namun, Lucas diduga justru membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia lagi.

Lucas disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

‎Sementara itu, Eddy Sindoro sendiri merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Eddy Sindoro diduga telah memberikan sejumlah uang suap kepada Edy Nasution terkait sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, tapi Eddy Sindoro belum ditahan. Diduga, Eddy sedang berada di luar negeri. Padahal, KPK telah memanggil Eddy Sindoro sebagai tersangka secara patut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini