nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Basarnas Fokus Evakuasi Korban Gempa Sulteng di 6 Titik

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 11:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 03 337 1958998 basarnas-fokus-evakuasi-korban-gempa-sulteng-di-6-titik-HMm2vEfU4Q.jpg Proses Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sulteng (foto: Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali melanjutkan proses evakuasi terhadap korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada hari ini. Proses evakuasi terhadap korban difokuskan di enam titik.

Enam titik tersebut yakni, Hotel Roa-Roa, Desa Jono Oge, Taweli, Balaroa, Petobo dan Hotel Mercure. Dari enam titik tersebut, Basarnas khusus menerjunkan tiga tim ke Desa Jono Oge, Sigi, yang terkena dampak cukup parah akibat likuifaksi.

(Baca Juga: Kembali ke Sulteng, Jokowi Akan Tinjau Rumah Sakit hingga Hotel Roa-Roa)

Melihat Lebih Dekat Kondisi Jembatan Terbesar di Palu yang Ambruk  

Sementara lima titik lainnya, Basarnas menerjunkan masing-masing dua tim dan satu tim akan standby di posko untuk perbantuan. "Itu rencana operasi SAR Gempa Palu hari ini," ‎kata Kasubbag Humas Basarnas Yusuf Latif kepada Okezone, Rabu (3/10/2018).

Sejauh ini, Basarnas sendiri sudah berhasil mengevakuasi 86 korban selamat sejak hari pertama gempa mengguncang Sulteng. Berdasarkan data Basarnas, 53 korban berhasil dievakuasi pada, Sabtu 29 September 2018.

Kemudian, dua korban selama berhasil dievakuasi pada, Minggu, 30 September 2018. Dan terakhir, 31 korban selamat dievakuasi pada Selasa, 2 September 2018, kemarin.

Sementara untuk korban tewas yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama penanganan gempa hingga H+4 yakni berjumlah‎ 322 orang. Total keseluruhan korban selamat maupun meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sebanyak, 408 orang.

 

(Baca Juga: 5 Kebutuhan Darurat dan Cara Bantu Korban Gempa Palu)

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 SR sempat mengguncang Sulawesi Tengah‎ pada Jumat, 28 September 2018, sore. Gempa tersebut menimbulkan tsunami atau gelombang tinggi di bagian pesisir Kabupaten Donggala, Mamuju Utara, dan Palu.

Berdasarkan laporan terakhir dari BNPB, sudah ada 1.234 korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Sementara itu, ratusan korban luka berat masih dirawat di rumah sakit dan hampir seluruh bangunan di Kota Palu hancur.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini