nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

61.867 Orang Mengungsi Akibat Gempa Palu, Kebutuhan Dasar Belum Terpenuhi

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 02 Oktober 2018 17:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 02 337 1958667 61-867-orang-mengungsi-akibat-gempa-palu-kebutuhan-dasar-belum-terpenuhi-wl2AK0IJJk.jpg Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini terdapat 61.867 orang yang mengungsi akibat gempa 7,4 SR yang mengguncang Palu, Donggala, dan Mamuju, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. Sebanyak 61.867 pengungsi itu tersebar di 109 titik yang ada di wilayah Palu dan Donggala.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pengungsi kebanyakan adalah mereka yang rumahnya hancur karena guncangan gempa, atau rata dengan tanah akibat tsunami. Selain itu, ada pula pengungsi yang masih trauma dengan gempa susulan, sehingga memilih untuk tinggal di luar rumah.

 Pascagempa dan tsunami Sulteng

Kata Sutopo, tempat pengungsian banyak yang didirikan di lapangan terbuka, sebagian di halaman kantor, dan sebagian lagi di masjid.

"Setiap titik (jumlah pengungsi) bervariasi, ada yang 13 orang ada yang sampai 10.086 orang," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

(Baca Juga: 1.747 Rumah di Balaroa Tertimbun Lumpur Imbas Likuifaksi Palu)

Sutopo menuturkan, belum semua pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar yang diperlukan. Hal ini karena keterbatasan logistik, serta kendala dalam menyalurkannya.

"Seperti tenda, itu butuh banyak, selimut, matras, makanan, minuman, pelayanan kesehatan, air bersih, sanitasi, MCK, trauma healing, dan lainnya masih diperlukan," ujar Sutopo.

 evakuasi korban gempa

"Perlu waktu untuk penanganan karena suplai demand logistik daerah bencana mengalami gangguan," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini