Dibutuhkan Lebih Banyak Alat Berat Evakuasi Korban Gempa Palu-Donggala

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 01 Oktober 2018 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 01 337 1958060 dibutuhkan-lebih-banyak-alat-berat-evakuasi-korban-gempa-palu-donggala-oAE7mBbU1X.jpg Sutopo Purwo Nugroho.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, proses evakuasi dan penyelamatan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terkendala beberapa hal, salah satunya alat berat.

"Kita memerlukan alat berat," kata Kepala Humas dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di kantornya, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (1/10/2018).

Saat ini, kata Sutopo, alat berat yang ada belum cukup maksimal untuk mengevakuasi para korban. Padahal sangat dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi.

Data BNPB: 832 Korban Gempa Palu Meninggal Dunia

"Alat berat diperlukan karena membantu untuk proses evakuasi karena korban tertimpa reruntuhan bangunan, material longsor dan tertimbun lumpur," ujarmya. BNPB beserta stakeholder lainnya sudah mendorong agar alat berat didatangkan dari daerah lain, seperti Mamuju, Gorontalo, Poso, dan lain sebagainya.

(Baca juga: Korban Meninggal Gempa dan Tsunami di Sulteng Sudah 844 Orang)

Di samping itu, jumlah personel gabungan pun belum cukup memadai sehingga pihaknya terus mendatangkannya dari daerah lain. "Personel SAR masih terus ditambah dan dibantu para relawan," tutur dia.

Sutopo menambahkan, pemakaman korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala juga sudah dilakukan hari ini. Bahkan, pelaksanaannya ditinjau langsung oleh Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Willem Rampangilei.

"Sudah digali ada 1.000 lubang. Untuk proses pemakamannya sesuai peraturan yang ada," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini