nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Palu Dikepung Warga, Ini Respons Menhub

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 15:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 01 337 1958058 bandara-palu-dikepung-warga-ini-respons-menhub-74TwdGhpbS.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (foto: Okezone)

JAKARTA - Warga yang menjadi korban gempa dan tsunami mengepung Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu, Sulawesi Tengah untuk mengungsi. Alhasil, aktivitas penerbangan terganggu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginstruksikan jajarannya untuk meminta para pengungsi meninggalkan bandara.

"Dari kemarin saya sudah koordinasikan, bahkan Dirjen saya masih di sana untuk memastikan mengurangi orang-orang yang di bandara. Karena kapasitas penerbangan dari angkatan udara dan komersial ini kan relatif sedikit," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Pengungsi Korban Bencana Gempa & Tsunami Palu Tiba di Makassar 

Budi juga meminta para pengungsi agar mencari lokasi pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, ia juga meminta penerbangan komersil untuk mengudara di Bandara Mutiara Sis Al Jufri guna membawa bantuan kemanusiaan ke sana. Tercatat ada 12 penerbangan komersil yang bisa mendarat di runway bandara tersebut.

"Saya minta memang penerbangan-penerbangan komersial sudah jalan. Saya catat mungkin 12 penerbangan yang ada di sana, ada Lion, ada Sriwijaya, ada Garuda, ada Wings, yang akan berjalan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi memastikan keamanan Bandara Mutiara Sis Al Jufri telah dijaga oleh Polri dan TNI AU lantaran merupakan objek vital negara.

Ia menambahkan, bandara yang terletak di Kota Palu tersebut mampu memberangkatkan 40 penerbangan setiap harinya. "Jadi (bantuan) relatif bisa teratasi karena bantuan grandhandilng dari Makassar sudah datang," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini