nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Kampanye Jokowi Minta Penerimaan Bantuan Asing untuk Gempa Palu Tak Dipolitisasi

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 01 Oktober 2018 14:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 01 337 1958050 tim-kampanye-jokowi-minta-penerimaan-bantuan-asing-untuk-gempa-palu-tak-dipolitisasi-jKuYmOmFrp.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin (TKN Jokowi-Ma'ruf) Irma Suryani Chaniago meminta penerimaan dana asing untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala tak dipolitisasi. Menurut Irma, penerimaan dana asing ini tidak mengikat dan akan dikelola secara transparan oleh pemerintah.

"Pemerintah akan menerima bantuan asing kalau ada yang ingin membantu dari negara lain. Tetapi sifatnya terbatas dan tidak boleh ada materi apa pun dalam pemberian bantuan tersebut," kata Irma di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Irma mengajak masyarakat dan semua pihak untuk mengawasi secara ketat pengelolaan dana asing. Arus keluar-masuk dana asing harus dikelola secara transparan menghindari kecurigaan yang biasanya muncul di tahun politik.

"Jadi jangan sampai itu dicurigai dalam artian tahun politik, (disebut) tidak baik, tidak transparan. Maka kemudian harus resmi dilakukan Kemenko Polhukam dan Kemenlu sebagai bagian yang punya tangung jawab dalam hubungan bilateral antarnegara," tuturnya.

(Baca juga: Wiranto Panggil Dubes Bahas Pemberian Bantuan Asing untuk Korban & Tsunami Palu)

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memastikan gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah bukan merupakan bencana nasional, meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mempersilakan dunia internasional memberikan bantuan.

Gempa 7,7 SR, Mako Ditlantas Polda Sulteng Ambruk

Sutopo menyatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang memberikan informasi bahwa Kepala Negara telah mempersilakan negara lain memberikan bantuan atas bencana alam tersebut.

"Saya baru saja japri dengan Bu Menlu di New York. Beliau mengatakan bahwa Presiden telah menyatakan menerima bantuan internasional sesuai kebutuhan kita. Artinya kita 'welcome' dengan tawaran internasional," ungkap Sutopo di Jakarta.

Ia menerangkan bahwa koordinasi bantuan internasional akan diambil alih oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Sehingga, dia yang akan memutuskan bagaimana mekanisme dari pemberian bantuan asing tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini