Uji Kompetensi untuk Bedakan Jurnalis TV dan Pegiat Medsos

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 27 September 2018 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 27 337 1956384 uji-kompetensi-untuk-bedakan-jurnalis-tv-dan-pegiat-medsos-WQKC1iQH3D.jpg ilustrasi

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) kembali menggelar uji kompetensi jurnalis televisi (UKJTV) di Trans7. UKJTV diikuti 21 jurnalis televisi Trans7, yang merupakan tim produksi dari sejumlah program bulletin dan magazine.

Sebelumnya juga IJTI sudah melakukan uji kompetensi dengan MNC Group, Emtek Group, Viva Group.

Ilustrasi

Pemimpin Redaksi Trans7, Titin Rosmasari mengatakan, uji kompetensi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi jurnalis televisi. “Ini bukan penugasan, tapi kewajiban yang harus teman-teman dahulukan,” katanya.

Menurut dia, UKJTV untuk mengukur kompetensi yang bertujuan menjaga profesi seorang Jurnalis TV. Nantinya, mereka diharapkan tetap menjaga kode etik jurnalistiknya ketika dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau kita sudah kompeten dan memiliki kartu UKJ, ini yang membedakan kita dengan orang yang kerap mengaku wartawan," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana, mengatakan sertifikasi bagi Jurnalis TV sangat penting, di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang membuat televisi kini harus bersaing dengan media sosial seperti YouTube, Instagram dan Facebook.

“Siapa saja bisa membuat konten dan menyebarluaskan atau mengunggah ke sosial media, tanpa harus klarifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Yadi, berbeda dengan Jurnalis TV, yang sebelum menayangkan hasil liputan, harus memenuhi kaidah, prinsip, dan etika.

“Laporan dan informasi yang disampaikan ke pemirsa, harus mengandung fakta yang akurat, kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan, dan harus ada proses verifikasi awal meski sederhana,“ terangnya.

Dengan mengikuti uji kompetensi, seorang Jurnalis TV bisa menjaga nama baik profesi yang digelutinya. “Yang tidak kalah pentingnya, untuk melindungi kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini