nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fayakhun dan TB Hasanuddin Sempat Janji Bantu Kabakamla Urus Anggaran

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 26 337 1955857 fayakhun-dan-tb-hasanuddin-sempat-janji-bantu-kabakamla-urus-anggaran-MGMB9aK4do.jpg Pengadilan kasus suap Bakamla. Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio

JAKARTA - Dua anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi dan Tubagus Hasanuddin sempat berjanji akan membantu Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Arie Soedewo untuk mengurus anggaran proyek. Proyek tersebut yakni terkait pengadaan alat satelit monitoring (satmon).

Dimana hal tersebut terungkap saat Fayakhun Andriadi membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Arie Soedewo pada proses penyidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

"Pada waktu itu pimpinan Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, kita satu meja, ada saudara saksi (Arie Soedewo). Kemudian Pak TB bilang, nanti kita akan support Bakamla. Nanti Fayakhun diminta akan bantu-bantu," kata Fayakhun saat membacakan BAP Arie Soedewo, Rabu (26/9/2018).

Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio 

Dalam BAP tersebut, Fayakhun dan TB Hasanuddin melakukan kunjungan ke kantor Bakamla yang merupakan mitra kerja Komisi I DPR RI. Dimana, ketika melakukan kunjungan, terdapat pertemuan di meja bundar antara Fayakhun, TB Hasanuddin, dan Arie Soedewo.

Fayakhun mengkonfirmasi soal BAP tersebut kepada Arie Soedewo. Sebab, Fayakhun mengklaim bahwa dia tidak pernah masuk ke ruang kecil transit saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor Bakamla. Arie mengaku lupa kejadian tersebut.

"Saya juga lupa. Waktu di meja bundar saya juga lupa, karena saya tidak harus menjamu tamu, mungkin saya agak demam panggung," terang Arie Soedewo menjawab klarifikasi Fayakhun soal BAPnya.

Diakui Arie, pertemuan di kantor Bakamla yang sekaligus melaksanakan RDP antara Komisi I DPR RI dengan Bakamla merupakan pertemuan pertama kalinya antara dirinya dengan Fayakhun. Arie dan Fayakhun mengaku sama-sama tidak saling kenal sebelum adanya pertemuan itu. "Betul pak itu pertama kalinya bertemu," ungkapnya.

Dalam perkara ini, Jaksa penuntut telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat.‎ Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memploting penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini