nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakim Cecar Kepala Bakamla soal Peran Ali Fahmi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 337 1955790 hakim-cecar-kepala-bakamla-soal-peran-ali-fahmi-2qRgK52PwJ.jpg Kepala Bakamla Aire Soedewo hadir sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (26/9/2018), untuk kasus korupsi proyek satelit monitoring. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Arie Soedewo sebagai saksi untuk terdakwa perkara korupsi penganggaran dan pengadaan proyek satelit monitoring, Fayakhun Andriadi.

Dalam persidangan, hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta mencecar Arie Soedewo terkait peran narasumber (narsum) atau staf khususnya, Ali Fahmi alias Fahmi Al-Habsyi. Fahmi diduga sebagai pihak yang membagi-bagikan uang suap proyek Bakamla untuk anggota DPR RI.

Awalnya, hakim mempertanyakan proses pengangkatan Ali Fahmi sebagai narsum Arie Soedewo. Menurut Arie, pengangkatan tersebut berdasarkan perpres dan telah dilakukan penelitian terlebih dahulu.

"Kira-kira bulan April 2016 (diangkat sebagai narasumber Kabakamla). SK-nya ada. Dia narsum saya," kata Arie saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

‎Arie membantah memerintahkan Ali Fahmi untuk mengawal anggaran sejumlah proyek Bakamla di DPR. Namun memang, Arie sempat menerima laporan dari Ali Fahmi terkait anggaran proyek Bakamla yang sedang dibahas di DPR.

"Ya ‎ada pernah laporan (anggaran). Tapi, saya lebih percaya staf saya dari kalangan PNS," ujarnya.

‎Arie mengklaim tidak dilaporkan oleh Ali Fahmi soal pertemuan dengan sejumlah anggota DPR RI. Hanya saja, Arie mengaku sempat mendengar ada ribut-ribut antara Ali Fahmi dengan Fayakhun Andriadi.

Kepala Bakamla Arie Soedewo hadir sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (26/9/2018), untuk kasus korupsi proyek satelit monitoring. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

"‎Tidak tahu. Tidak ada laporan (pertemuan). Ada laporannya hanya ribut dengan Pak Fayakhun, tapi saya kurang tahu persisnya," jelasnya.

Nama Ali Fahmi kerap muncul dalam berbagai persidangan perkara dugaan korupsi penganggaran dan pengadaan proyek Bakamla.‎ Pada persidangan sebelumnya, Ali Fahmi kembali disebut sebagai pihak yang membocorkan anggaran proyek Bakamla ke rekanan.

Hal tersebut terungkap kerita Bagian Operasional PT Merial Esa, M Adami Okta menjadi saksi untuk terdakwa Fayakhun. Adami mengakui adanya anggaran untuk sejumlah proyek Bakamla dari Ali Fahmi.

"Tahu adanya anggaran dari Fahmi Habsyi. Iya Ali Habsyo. Waktu itu ada usulan sudah disiapkan Komisi I," kata Adami, Senin, 27 September 2018.

(Baca Juga : Cabut BAP, Irvanto Siap Dikonfrontir dengan Penyidik dan Staf Fayakhun)

Dalam perkara ini, jaksa penuntut telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat.‎ Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memploting penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca Juga : Kepala Bakamla, Setnov, hingga TB Hasanuddin Bakal Bersaksi untuk Fayakhun Andriadi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini