nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Ancaman Dunia Maya, BSSN Kumpulkan Komunitas Keamanan Siber

Badriyanto, Okezone · Senin 24 September 2018 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 24 337 1954908 hadapi-ancaman-dunia-maya-bssn-kumpulkan-komunitas-keamanan-siber-iT0bW5UQtU.jpg Kepala BSSN Djoko Setiadi (Foto: Badriyanto)

JAKARTA - Badan Siber Sandi Negara (BSSN) mengumpulkan sejumlah komunitas dan asosiasi swasta yang fokus dengan kajian keamanan siber. Pertemuan itu dalam rangka membangun sinergitas dengan pemerintah khususnya di bidang keamanan siber nasional.

Kepala BSSN Djoko Setiadi menyampaikan, pertemuan yang diberi nama Cyber Security Multi Stakeholder Meet Up dilakukan secara rutin untuk membahas keamanan siber nasional baik sektor pemerintah, sektor infrastruktur informasi kritikal nasional maupun sektor ekonomi digital.

"Praktisi dan akademisi di bidang cyberscurity sebagai bagian dari kekuatan siber Indonesia, untuk bernaung, menjalin sinergisitas, dan berkolaborasi sehingga tersusun pola hubungan yang harmonis," kata Djoko dalam sambutannya di Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

 Komunitas Keamanan Siber

Menurut Djoko, siber merupakan ancaman baru yang berpotensi menyerang keamanan informasi dan transaksi elektronik baik pada skala nasional, regional maupun global yang meliputi teknologi informasi, informasi, transaksi elektronik, sistem elektronik, penyelenggara sistem elektronik dan jaringan sistem elektronik.

Dampaknya, kata Djoko, serangan siber itu berpengaruh pada terganggunya layanan publik, kerugian ekonomi, hingga hilangnya karakter dan jati diri bangsa, sebagai dampak pergeseran dinamika masyarakat dalam ranah siber di era teknologi informasi dan komunikasi.

 Ilustrasi

Masalah tersebut perlu diantisipasi negara, utamanya oleh BSSN beserta para komunitas maupun asosiasi yang konsen dalam kajian keamanan siber.

"Pola tindak yang efektif dan efisien terkait proses identifikasi, deteksi, hingga penanggulangan dan pemulihan serta penataan dan pengendalian jika terjadi insiden siber dan pada akhirnya terbangun sistem keamanan siber nasional yang kuat dan andal," kata Djoko.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini