nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisikan Ustaz Yahya Waloni, PKB Menolak Tabayun

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 21 September 2018 17:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 21 337 1953820 polisikan-ustaz-yahya-waloni-pkb-menolak-tabayun-v0tAUPRUkE.jpeg Sekjen PKB Abdul Kadir Karding melapor ke Bareskrim Polri (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Karding enggan melakukan tabayun dengan Ustaz Yahya Waloni terkait penghinaan terhadap calon wakil presiden (Cawapres) Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Muhammad Zainul Majdi atau dikenal Tuan Guru Bajang (TGB).

"Tidak, saya enggak melakukan klarifikasi dan tabayun, tetapi saya kira semua bisa menduga bahwa Youtube benar," katanya di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Karding beralasan, kenapa dirinya tidak ingin klarifikasi, karena pernyataan tersebut bukan berita bohong atau direka-reka.

"(Pidato dalam) Youtube bukan hoaks, tapi itu tugas penyidik yang memastikan dan memproses aduan delik umum yang saya laporkan," ucapnya.

Ustaz Yahya Walono

Karding mengaku khawatir, jika hal ini dibiarkan malah akan memperkeruh kampanye pemilihan presiden (Pilpres) sejuk dan damai yang sudah disetujui dua belah pihak, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin, maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Itulah yang saya khawatirkan bahwa jangan sampai kalau ini dibiarkan itu akan diikuti banyak orang lalu merusak suasana bernegara apalagi kampanye," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, DPP PKB melaporkan Ustaz Yahya Waloni yang dituding menghina Cawapres Ma'ruf Amin, Muhammad Zainul Majdi atau TGB dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kardin menjelaskan, Yahya Waloni menyatakan bahwa Maruf Amin merupa sosok lelaki tua yang memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan kekuasaan. Kemudian, mengganti singkatan TGB menjadi "Tuan Guru Bajingan".

Ustaz Yahya Waloni dilaporkan dengan nomor laporan LP/B/1176/IX/2018/BARESKRIM yang disangkaan adanya dugaan melanggar Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini