nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ultimatum Menko Darmin: Seminggu Lagi Perpres Reforma Agraria Harus Selesai!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 20 September 2018 12:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 20 337 1953114 jokowi-ultimatum-menko-darmin-seminggu-lagi-perpres-reforma-agraria-harus-selesai-fFNPsMWtwC.jpg Presiden Jokowi membuka Rembuk Nasional Reforma Agraria (Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi ultimatum kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution agar menyelesaikan draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang Reforma Agraria dalam sepekan ke depan.

"Saya beri waktu kepada Pak Menko (Perekonomian) tadi, saya bisikin seminggu lagi (Perpres) harus selesai. Saya ikuti," kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial Serta Global Land Forum 2018 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/9).

Kepala Negara menjelaskan, saat ini draf Perpres Reforma Agraria belum sampai di meja kerjanya. Ia berjanji terus memantau sampai mana pembahasan draf tersebut.

"Pagi tadi saya cek sudah muter, tapi belum sampai di meja saya. Udah muter tadi sudah jadi, tapi belum sampai meja saya," kata Jokowi.

Jokowi menilai, pembuat Perpes Reforma Agraria memang perlu proses panjang. Namun, ia telah meminta agar draf tersebut segera diselesaikan. "Memang buat perpres itu mutar-mutar dulu," papar Jokowi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil yang juga perwakilan kerjasama rembuk nasional pelaksanaan reforma agraria dan perhutanan sosial untuk keadilan sosial meminta kepada Presiden Jokowi agar segera meneken Perpres tersebut.

"Kebijakan maka melalui forum PBNU mengusulkan agar ada perpres reforma agraria sekaligus bisa diterbitkannya Perpres tersebut," kata Said.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan program reforma agraria mampu memperbaiki ketimpangan penguasaan lahan. Berdasarkan catatannya, pelepasan kawasan hutan telah mencapai 41% di akhir tahun 2017.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini