nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cabut BAP, Irvanto Siap Dikonfrontir dengan Penyidik dan Staf Fayakhun

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 16:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 19 337 1952732 cabut-bap-irvanto-siap-dikonfrontir-dengan-penyidik-dan-staf-fayakhun-U44c01gW6x.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Keponakan Setya Novanto (Setnov), Irvanto Hendra Pambudi mengaku siap dikonfrontasi dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan staf Fayakhun Andriadi, Agus Gunawan di persidangan.

"Siap yang mulia (untuk dikonfrontasi)," kata Irvanto menjawab pertanyaan Hakim saat bersaksi untuk terdakwa Fayakhun di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).‎

Ir‎vanto mengaku siap dikonfrontasi dengan penyidik KPK dan Agus Gunawan setelah mencabut keterangannya yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan di lembaga antirasuah.

Dimana, dalam BAPnya, Irvanto sempat mengakui menerima uang sebesar 500 ribu Dollar Singapura. Uang itu merupakan pemberian dari Fayakhun untuk Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov). Uang itu nantinya akan disumbangkan untuk keperluan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

Awalnya, Hakim sempat meragukan pernyataan Irvanto yang mencabut BAPnya. Hakim berkali-kali mempertanyakan proses pemeriksaan Irvanto saat bersaksi di proses penyidikan.

 korupsi

Hakim mempertanyakan kembali kepada Irvanto terkait paraf disetiap halaman BAP. Irvan mengaku memaraf setiap halaman atas keterangan di dalam BAPnya, namun tidak mengecek kembali keterangan yang ditulis penyidik.

"Itu saya lupa. Saya baca tapi saya langsung tanda tangan saja," terangnya.

Pada persidangan sebelumnya. ‎Agus Gunawan sendiri mengaku pernah disuruh oleh Fayakhun Andriadi mengantarkan uang untuk Irvanto berjumlah sekira 100 sampai 500 ribu Dollar Singapura.

Agus menceritakan, awalnya dia hanya disuruh mendampingi Fayakhun untuk menghadiri sebuah acara di Pejaten. Kemudian, Agus diberikan sebuah tas oleh Fayakhun untuk diserahkan ke Irvanto. Agus pun menemui Irvanto di sebuah showroom motor di daerah Kemang.

‎"Pak Fayakhun ngasih tas ke saya, titip ke irvan. saya dari Pejaten ke Kemang naik ojek, ketemu di showroomnya Pak Irvan," kata Agus saat bersaksi untuk terdakwa Fayakhun Andriadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 3 September 2018.

 korupsi

Kata Agus, setelah menunggu selama 15 menit di showroom motor daerah ‎Kemang, Irvanto pun datang menemuinya. Anak buah Fayakhun itu pun mengaku diajak Irvanto ke sebuah ruangan di showroom. Di ruangan tersebut, Agus menyerahkan tas yang berisikan uang dari Fayakhun ke Irvanto.

"Saya sampaikan ada titipan dari bapak, tolong dicek. setelah itu Pak Irvan buka tas, ada 5 bundel dollar singapur. kurang lebih 100-500 ribu dollar singapur," ungkapnya.

Setelah menyerahkan uang ke Irvanto, Agus kembali menemui Fayakhun dan melaporkan bahwa tugasnya telah selesai dilaksanakan.

Irvanto sendiri sudah pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK untuk penyidikan Fayakhun Andriadi beberapa waktu lalu. Diduga, ada aliran uang dari Fayakhun Andriadi yang mengalir ke kantong Setnov melalui Irvanto.

Jaksa sendiri telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat.‎ Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memploting penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini