nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keponakan Setnov Cabut BAP Terkait Aliran Uang Suap ke Rapimnas Golkar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 19 337 1952654 keponakan-setnov-cabut-bap-terkait-aliran-uang-suap-ke-rapimnas-golkar-MVIccoPj8H.jpg Keponakan Setnov, Irvanto (foto: Antara)

‎JAKARTA - Keponakan Setya Novanto (Setnov), Irvanto Hendra Pambudi mencabut keterangannya yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan kasus dugaan suap proyek pengadaan alat satelit monitoring pada Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Iya saya tarik (keterangan di BAP)," kata Irvanto saat bersaksi untuk terdakwa Fayakhun Andriadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Awalnya, ‎Irvanto membantah telah menerima uang 500 ribu Dollar Singapura dari Agus Gunawan selaku staf anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi. Irvanto mengaku hanya menerima uang Rp360 juta dari Fayakhun melalui Agus untuk pembelian motor besar.

"Tidak pernah seinget saya terima uang 500 ribu Dollar Singapura," terangnya.

Kemudian, Jaksa penuntut pada KPK membacakan keterangan Irvanto yang pernah tertuang dalam BAP saat proses penyidikan. Dalam BAPnya,‎ Irvanto mengakui menerima uang 500.000 dollar Singapura dari Agus Gunawan.

 Irvanto

Uang itu, berdasarkan keterangan Irvanto dalam BAPnya merupakan pemberian dari Fayakhun untuk Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov). Uang itu nantinya akan disumbangkan untuk keperluan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

Namun, pernyataan itu dicabut Irvanto saat bersaksiuntuk terdakwa Fayakhun, pada hari ini. irvanto mengklaim tidak pernah menerima uang dalam bentuk dollar Singapura dari Agus maupun Fayakhun.

"Jadi, posisinya enggak ada yang ngabarin saya mau antar uang. Yang antar pun enggak bilang uang untuk apa. Saya juga enggak konfirmasi," kata Irvanto.

Pada persidangan sebelumnya. ‎Agus Gunawan mengaku pernah disuruh oleh Fayakhun Andriadi mengantarkan uang untuk Irvanto berjumlah sekira 100 sampai 500 ribu Dollar Singapura.

 korupsi

Agus menceritakan, awalnya dia hanya disuruh mendampingi Fayakhun untuk menghadiri sebuah acara di Pejaten. Kemudian, Agus diberikan sebuah tas oleh Fayakhun untuk diserahkan ke Irvanto. Agus pun menemui Irvanto di sebuah showroom motor di daerah Kemang.

‎"Pak Fayakhun ngasih tas ke saya, titip ke Irvan. saya dari Pejaten ke Kemang naik ojek, ketemu di showroomnya Pak Irvan," kata Agus saat bersaksi untuk terdakwa Fayakhun Andriadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 3 September 2018.

Kata Agus, setelah menunggu selama 15 menit di showroom motor daerah ‎Kemang, Irvanto pun datang menemuinya. Anak buah Fayakhun itu pun mengaku diajak Irvanto ke sebuah ruangan di showroom. Di ruangan tersebut, Agus menyerahkan tas yang berisikan uang dari Fayakhun ke Irvanto.

"Saya sampaikan ada titipan dari bapak, tolong dicek. setelah itu Pak Irvan buka tas, ada 5 bundel dollar singapur. kurang lebih 100-500 ribu dollar singapur," ungkapnya.

Setelah menyerahkan uang ke Irvanto, Agus kembali menemui Fayakhun dan melaporkan bahwa tugasnya telah selesai dilaksanakan.

Irvanto sendiri sudah pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK untuk penyidikan Fayakhun Andriadi beberapa waktu lalu. Diduga, ada aliran uang dari Fayakhun Andriadi yang mengalir ke kantong Setnov melalui Irvanto.

Jaksa sendiri telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat.‎ Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memploting penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini