nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keponakan Setya Novanto Bersaksi di Sidang Suap Fayakhun

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 19 337 1952553 keponakan-setya-novanto-bersaksi-di-sidang-suap-fayakhun-s5jIgSFUO7.jpg Irvanto Hendra Pambudi (Okezone)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan keponakan Setya Novanto (Setnov) Irvanto Hendra Pambudi ‎Cahyo sebagai saksi dalam persidangan perkara suap proyek Bakamla untuk terdakwa Fayakhun Andriadi.

Rencananya, tim Jaksa akan menghadirkan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto pada persidangan kali ini. Namun, kata Jaksa Takdir Suhan, kondisi Setnov tidak memungkinkan untuk hadir.

"Irvanto saja saksinya. Pak SN kondisinya enggak fit. Nanti kami sampaikan alasan ketidakhadirannya," kata Jaksa Takdir Suhan kepada Okezone, Rabu (19/9/2018).

Nama Irvanto Hendra Pambudi sendiri sempat muncul dalam persidangan sebelumnya. ‎Saksi Agus Gunawan mengaku pernah disuruh oleh Fayakhun Andriadi mengantarkan uang untuk Irvanto berjumlah sekira 100 sampai 500 ribu Dollar Singapura.

Agus menceritakan, awalnya dia hanya disuruh mendampingi Fayakhun untuk menghadiri sebuah acara di Pejaten. Kemudian, Agus diberikan sebuah tas oleh Fayakhun untuk diserahkan ke Irvanto. Agus pun menemui Irvanto di sebuah showroom motor di daerah Kemang.

‎"Pak Fayakhun ngasih tas ke saya, titip ke irvan. saya dari Pejaten ke Kemang naik ojek, ketemu di showroomnya Pak Irvan," kata Agus saat bersaksi untuk terdakwa Fayakhun Andriadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 3 September 2018.

Fayakhun Andiryadi (Okezone)

Kata Agus, setelah menunggu selama 15 menit di showroom motor daerah ‎Kemang, Irvanto pun datang menemuinya. Anak buah Fayakhun itu pun mengaku diajak Irvanto ke sebuah ruangan di showroom. Di ruangan tersebut, Agus menyerahkan tas yang berisikan uang dari Fayakhun ke Irvanto.

"Saya sampaikan ada titipan dari bapak, tolong dicek. setelah itu Pak Irvan buka tas, ada 5 bundel dollar singapur. kurang lebih 100-500 ribu dollar singapur," ungkapnya.

Setelah menyerahkan uang ke Irvanto, Agus kembali menemui Fayakhun dan melaporkan bahwa tugasnya telah selesai dilaksanakan.

Irvanto sendiri sudah pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK untuk penyidikan Fayakhun Andriadi beberapa waktu lalu. Diduga, ada aliran uang dari Fayakhun Andriadi yang mengalir ke kantong Setnov melalui Irvanto.

Jaksa sendiri telah mendakwa Fayakhun Andriadi menerima uang suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat.‎ Uang tersebut diterima Fayakhun dari ‎Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Jaksa, uang tersebut diduga diberikan untuk Fayakhun agar ‎dapat mengalokasikan atau memploting penambahan anggaran pada Bakamla untuk pengadaan proyek satelit monitoring dan drone, tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini