Pandangan Kiai Ma'ruf Terkait Vaksin MR: Bukan Hanya Boleh, Tapi Wajib!

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 18 September 2018 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 18 337 1952316 pandangan-kiai-ma-ruf-terkait-vaksin-mr-bukan-hanya-boleh-tapi-wajib-FbrkjZSdrO.png KH Maruf Amin (dok. Okezone)

JAKARTA - KH. Maruf Amin memiliki pandangan terkait hukum vaksim MR. Kiai Maruf mengatakan berdasarkan informasi dari ilmu kesehatan bahwa virus Rubella itu sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup. Maka, menurutnya menggunakan vaski MR bukan hanya diperbolehkan melaikan wajib.

"Menurut informasi kesehatan, rubella sangat berbahaya, kalau generasi muda kita mengalami, bangsa ini jadi lemah, cacat. Karena itu hukumnya bukan hanya boleh tapi wajib," ujar bakal calon wakil presiden ini kepada wartwan di Kemenifo, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Selasa (18/9/2019).

Ilustrasi

Masalah imunisasi, sambungnya, MUI sudah mengeluarkan fatwa Tahun 2016 Nomor 2, yang secara garais besar berbunyi apabila ada bahaya mengancam atau menimbulkan penyakit atau semacam kecacatan yang berkelanjutan, bukan hanya boleh dilalukan imun, bahkan wajib, supaya menghindari bahaya. "Ini bahaya, maka jadi kewajiban," tegasnya.

Namun, Kiai Maruf mengaku selama dua tahun belakangan ini, memang tidak ada fatwa terkait kehalalan atas vaksin tersebut. Sehingga menimbulkan pandangan hukum menggunakan vaksi di kalangan masyarakat.

"(Selama) 2 tahun memang tidak ada fatwa yang menyangkut kehalalnya, sehingga fatwa yang timbul di masyarakat, maka vaksinnya halal atau tidak. Kita keluarkan kehalanannya, bukan halal tapi kebolehannya. karena belum ada vaksin halal dan ini suatu darurat, dan boleh dipakai," terangnya.

Menurut Maruf, hal-hal yang dalam kondisi darurat maka penggunaan Vaksin diperbolehkan. "Darurat itu yang dilarang maka jadi boleh. Agama ini enak, sempit jadi longgar, ketika tidak ada yang halal tetap boleh," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini