KPAI: Sel Tahanan di Sekolah Batam Sudah Lama dan Diduga Libatkan Anggota Polri Aktif

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 12 September 2018 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 12 337 1949534 kpai-sel-tahanan-di-sekolah-batam-sudah-lama-dan-diduga-libatkan-anggota-polri-aktif-YmLzskpH5X.jpg Komisioner KPAI Retno Listyarti (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sel tahanan di sebuah SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau. Ruangan tersebut menjadi alat untuk menghukum siswa yang melakukan pelanggaran.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, sel tahanan di sekolah kejuruan yang diduga menerapkan sistem semi militer ini telah ada cukup lama semenjak sekolah tersebut berdiri lima tahun lalu.

"Sudah ada lama. Katanya sudah diadakan cukup lama ya sekolah ini didirikan lima tahun lalu tidak lama kemudian memang ada ruangan ini," katanya di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2018).

KPAI Rilis Sel Tahanan SMK di Batam (foto: Fahreza Rizky/Okezone)	KPAI Rilis Sel Tahanan SMK di Batam (foto: Fahreza Rizky/Okezone) 

Terungkapnya sel tahanan di SMK swasta di Batam ini bermula dari adanya dugaan kekerasan, perundungan dan penahanan yang menimpa RS (17). Dia merupakan siswa SMK tersebut.

Pelaku yang diduga melakukan serangkaian kekerasan terhadap RS ialah ED, oknum anggota Polri yang merupakan pemilik modal sekaligus pembina sekolah kejuruan itu.

RS dituduh telah melakukan pencurian dan berbagai aktivitas jahat lainnya. Padahal, hal itu belum tentu benar. Namun sayang, pembina sekolah justru memberikan hukuman fisik kepada RS berupa pemborgolan dan pemukulan hingga akhirnya yang bersangkutan dijebloskan ke dalam sel tahanan sekolah selama dua malam.

"(RS) dibawa ke sel sekolah selama dua malam kemudian dibebaskan oleh Dinas Pendidikan dan KPPAD Kepri," jelas Retno.

Tidak hanya itu, ED juga diduga menyebarkan foto-foto penindakan terhadap RS di media sosial seperti WhatsApp maupun Instagram. Walhasil, RS mengalami luka fisik dan psikis karena merasa dipermalukan.

Kisah yang dialami RS kemudian membuka sisi gelap sekolah kejuruan tersebut. Salah satunya ialah ditemukannya ruang khusus untuk menahan siswa yang dianggap bermasalah.

Sel Tahanan Dibongkar

Ilustrasi Penjara (foto: Shutterstock)Ilustrasi Ruang Tahanan (foto: Shutterstock) 

Komisioner KPAI Putu Elvina mengungkapkan, pihaknya kemarin sudah mengirim surat ke Polresta Barelang yang ditembuskan ke Polda Kepri, Propam serta Dinas Pendidikan setempat. Pasalnya, kasus ini diduga melibatkan seorang oknum anggota Polri aktif.

"Hari ini ada tim yang diurus oleh Kepala Dinas Kepri untuk melakukan kunjungan ke SMK tersebut. Dan, dari bertiga yang saya terima, bahwa sel tersebut sudah dibongkar," ucap Putu.

KPAI, lanjut Putu, terus mengadvokasi agar kasus-kasus serupa tidak terulang kembali. Pasalnya, tidak hanya satu orang siswa saja yang menjadi korban pendisiplinan sistem semi militer sekolah tersebut, melainkan ada siswa lainnya.

"Perlu ada dukungan. Kasus tersebut sudah cukup lama. Tidak hanya satu anak yang sempat berada di dalam sel atas nama disiplin dengan berbagai tuduhan yang tidak mendasar untuk mengintimidasi anak dan keluarga," pungkas Putu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini