Ada Sel untuk Menghukum Siswa, DPR: Sekolah Jangan Melebihi Kewenangan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 12 September 2018 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 12 337 1949337 ada-sel-untuk-menghukum-siswa-dpr-sekolah-jangan-melebihi-kewenangan-ab1iYK7FLb.jpeg Ilustrasi sel tahanan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sebuah sel tahanan yang ada di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Batam. Sel itu dibuat khusus untuk menghukum para siswa yang dianggap tidak disiplin.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI Nizar Zahro menganggap senakal-nakalnya siswa seharusnya pihak sekolah tidak memasukkannya ke sel tahanan. Sebab, sel identik dengan hukuman pelanggaran pidana.

"Oleh karena itu, pihak sekolah jangan melebihi kewenangannya. Hanya aparat hukum saja yang diberikan hak untuk menjebloskan seseorang ke dalam sel tahanan," ungkap Nizar kepada Okezone, Rabu (12/9/2018).

Ia menilai seharusnya tidak sembarangan instansi bisa membuat sel tahanan. Terdapat sebuah aturan dalam membuat sel tersebut.

"Ada aturannya. Sekali lagi pihak sekolah jangan melampui batas," tegas dia.

(Baca juga: Ada Sel Khusus Siswa Nakal di Sekolah Batam, KPAI Terkejut Bukan Kepalang)

Ilustrasi sel tahanan. (Foto: Shutterstock)

Seharusnya, sambung Nizar, tugas pihak sekolah adalah memberikan pembelanjaran agar anak didik menjadi pintar dan berbudi luhur. Jika pihak sekolah tidak sanggup, maka lebih baik mengembalikan anak tersebut kepada orangtuanya.

"Kami harapkan sel tersebut segera dibongkar karena tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan," tegasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Liatyarti menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima ada pihak SMK memberikan hukuman fisik dan menahan siswanya di dalam sel hingga selama satu hari dengan dalih menertibkan.

"Menurut informasi yang diterima KPAI, lama penahanan tergantung tingkat kesalahan, bahkan ada siswa yang mengalami penahanan lebih dari satu hari," ungkap Retno dalam keterangannya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini