nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

14 Tahun Kasus Munir, Bareskrim: Kami Tidak Pernah Menutup Penyidikan

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 20:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 07 337 1947643 14-tahun-kasus-munir-bareskrim-kami-tidak-pernah-menutup-penyidikan-fvBFUwtBiH.jpg Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto (Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Sudah 14 tahun Munir Said Thalib meninggal dunia, tapi dalang pembunuhnya masih misteri. Negara belum mampu membongkar kejahatan ini. Tapi, Polri menegaskan pihaknya masih terus mengusut kasus kematian aktivis hak asasi manusia (HAM) itu.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Arief Sulistyanto menegaskan, pengungkapan kasus pembunuhan Munir Said Thalib masih berlanjut. Ia membantah polisi telah menghentikan penyidikan.

"Dalam penyidikan itu tidak ada buka dan tutup, jadi saya bingung teman-teman nanya kapan di buka, ini kami tidak pernah menutup karena di dalam penyidikan tidak ada konsep buka dan tutup," kata Arief di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Arief menjelaskan, kasus yang menimpa Munir telah ditangani secara prosedural oleh anak buahnya, sama hanya dengan kasus-kasus pada umumnya, dimulai dengan menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dan kemudian dilanjutkan hingga selesai.

 

Sejak SPDP kasus itu terbit, Arief pun mengklaim Polri sudah melakukan langkah signifikan dalam proses penyelidikan. Sudah ada pelaku yang ditangkap dan bahkan sudah selesai menjalani hukuman.

"Dalam proses penyidikan pada tahun 2004, telah memberkas perkara sebanyak empat berkas perkara dengan empat tersangka, yang semuanya sudah menjalani hukuman dan sudah selesai. Kemarin saudara Polycarpus juga sudah selesai menjalani masa hukumannya," katanya.

Apabila polisi masih menemukan fakta baru (novum) dalam perjalanan kasus ini, maka Polri akan melanjutkan penyidikan. Saat ini, Arief mengatakan, Polri sedang mencari apakah ada fakta baru terkait kasus Munir.

"Jadi kasus ini ada kemungkinan masih berjalan kalau ditemukan bukti baru tadi dan ditemukan fakta hukum baru untuk pengembangan kasusnya. Ini sedang dicari," katanya.

Arief mengakui, pembunuhan Munir termasuk salah satu kasus yang rumit. Ia tahu karena saat kasus itu mencuat pada tahun 2004 dirinya menjadi salah satu penyidiknya.

"Yang mengikuti kasus ini dari awal pasti tahu bagaimana pembuktian itu betul-betul complicated (rumit) karena saya waktu itu adalah salah satu tim penyidik. Sehingga ini sekarang tidak ada penutupan perkara, tidak ada karena masih terus berkembang," pungkasnya.(sal)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini