nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Kadis PUPR Jambi Pernah Diminta untuk Loyal dan Total ke Zumi Zola

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 15:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 06 337 1946938 eks-kadis-pupr-jambi-pernah-diminta-untuk-loyal-dan-total-ke-zumi-zola-QySK2NzwO7.jpg Gubernur Jambi Non-aktif Zumi Zola (foto: Okezone)

JAKARTA ‎- Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Dody Irawan mengaku pernah diminta royal, loyal, dan total kepada Gubernur non-aktif Jambi, Zumi Zola. Kata Doddy, perintah itu datang dari orang kepercayaan Zumi Zola, Asrul Pandapotan Sihotang.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Dody saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, terkait perkara dugaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek di Jambi untuk terdakwa Zumi Zola‎, pada hari ini.

"Pesan bapak (Zumi Zola), Abang harus total, royal, dan loyal kepada beliau, yang ngomong Asrul," ungkap Dody saat bersaksi, Kamis (6/9/2018).

Gubernur non-aktif Jambi Zumi Zola Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (foto: Puteranegara/Okezone)Gubernur non-aktif Jambi Zumi Zola di Pengadilan Tipikor, Jakarta (foto: Puteranegara/Okezone)

Permintaan tersebut diakui Dody diperintah sesaat sebelum ditunjuk oleh Zumi Zola untuk menjadi Kadis PUPR Jambi.‎ Menurutnya, permintaan tersebut dimaksudkan agar para Kadis yang ditunjuk Zumi Zola ikuti perintahnya.

"Kalau loyal, ya maksudnya matahari cuma satu. Saya harus ikut perintah Pak Gubernur," kata Dody.

Dody mengaku mengerti maksud permintaan royal, total, dan loyal untuk Zumi Zola yakni, agar sewaktu-waktu jika dimintai bantuan, pada kadis dapat memfasilitasi perintah tersebut.

"Jadi royal bersedia memenuhi kebutuhan-kebutuhan Pak Gubernur, kegiatan beliau apa-apa, ketika sewaktu-waktu butuh finansial, harus support," terangnya.

Zumi Zola sendiri didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp44 miliar dan satu unit mobil Alphard. Gratifikasi tersebut berasal dari Afif Firmansyah Rp34,6 miliar, Asrul Pandapotan Rp2,7 miliar, dan Arfan Rp3 miliar, US30 ribu, serta SGD100 ribu.

Sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi di Jambi (foto: Arie/Okezone) Sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi di Jambi (foto: Arie/Okezone)

Diduga, gratifikasi itu digunakan Zumi Zola untuk melunasi utang-utangnya saat kampanye sebagai calon Gubernur Jambi. Zumi Zola juga didakwa mengalirkan uang tersebut untuk keperluan adiknya, Zumi Laza yang akan maju sebagai calon Wali Kota Jambi.

Tak hanya terkait gratifikasi, Zumi Zola juga didakwa telah menyuap anggota DPRD Jambi sebesar Rp16 miliar. Uang Rp16 miliar tersebut diduga untuk memuluskan ketok palu Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Jamni tahun anggaran 2017-2018.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini