nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Sesalkan Terulangnya Perkawinan Anak Usia Dini di Bantaeng

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 03 September 2018 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 03 337 1945163 kpai-sesalkan-terulangnya-perkawinan-anak-usia-dini-di-bantaeng-j8XmE77rJQ.jpg Ilustrasi KPAI (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan terjadinya kembali perkawinan anak di bawah umur di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bocah baru lulus sekolah dasar (SD) berinisal R (13) menikahi siswi SMK berinisial M (17).

"KPAI menyesalkan masih terjadinya perkawinan usia anak. Perkawinan usia anak akan sangat merugikan masa depan anak. Sebagian besar anak yang mengalami perkawinan usia anak akan terhenti pendidikannya. Selain itu, secara fisik anak ini belum siap organ reproduksinya yang dampaknya dapat lebih besarnya kematian ibu dan balita," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada Okezone, Senin (3/9/2018).

Pernikahan Dini di Bantaeng (foto: Ist) Pernikahan Dini di Bantaeng (foto: Ist)

Rita menuturkan, anak di bawah umur belum memiliki kematangan psikologis untuk membangun rumah tangga. Seharusnya, kata Rita, orangtua wajib mencegah terjadinya perkawinan anak di bawah umur. Aturan pelarangan pernikahan anak di bawah umur telah sesuai dengan amanat UU Perlindungan Anak.

"Orangtua memiliki peran sentral terkait perkawinan usia anak. Ia seharusnya bertanggung jawab penuh untuk melindungi dan memenuhi hak anak. Apalagi izin itu kuncinya di orangtua," ujarnya.

Rita menambahkan, Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pengadilan Agama memiliki peran yang sentral pula untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Jika ada permohonan perkawinan anak, kepentingan terbaik bagi anak haruslah menjadi prioritas.

"Masyarakat dan aparat pemerintahan desa sebagai ujung tombak harus ikut mencegah terjadinya perkawinan usia anak. Ayok bantu keluarga-keluarga Indonesia untuk memberikan hak anak dan mencegah terjadinya perkawinan usia anak. Jika perlu datangi keluarga-keluarga ini," tuturnya.

"Kita advokasi ke aparat pemerintah. Menikah bukan solusi agar tidak zina. Sebaiknya ada edukasi kepada anak. Justru anak perlu diarahkan kepada situasi yang lebih baik untuk tumbuh kembang yang lebih baik," sambung Rita.

Pernikahan Dini di Bantaeng (Ist) Pernikahan Dini di Bantaeng (foto: Ist)

Kedua anak yang masih belia ini telah melangsungkan akad nikah di kediaman mempelai wanita, di Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng Kamis 30 Agustus 2018 malam.

Foto-foto pernikahan keduanya pun telah beredar luas di media sosial. Informasi ini dibenarkan oleh salah seorang tetangga mempelai laki-laki warga Bantaeng yang tak ingin diberitakan.

Kepada Okezone, ia menyebutkan bahwa mempelai laki-laki adalah warga Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng, baru saja lulus dari Sekolah Dasar (SD).

Sementara sang mempelai wanita adalah warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng dan masih duduk dibangku SMK kelas 2. Letak desa keduanya masih bersebelahan, hanya berjarak sekitar 2 KM dari rumah antara mempelai pria dan wanita.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini