nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pollycarpus Bebas, Istana: Ini Murni Kasus Hukum, Pemerintah Tak Bisa Intervensi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 12:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 29 337 1942980 pollycarpus-bebas-istana-ini-murni-kasus-hukum-pemerintah-tak-bisa-intervensi-B5vKmJ0ClW.jpg Pollycarpus bebas murni.

JAKARTA - Terpidana kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto dinyatakan bebas murni setelah hanya menjalani 8 tahun dari vonis 14 tahun.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, kasus pembunuhan Munir merupakan murni kasus hukum, sehingga tak bisa diintervensi oleh pemerintah.

"Persoalan Pollycarpus ini kan persoalan murni hukum ya. Dan dia sudah divonis bersalah. Artinya tindakan yang dia lakukan bersalah dan kemudian hukuman itu diberikan oleh hakim dan juga inkracht," kata Pramono di kantornya, Kamis (29/8/2018).

Pramono Anung. Foto: Fakhrizal F/Okezone

Pramono mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang telah dijalankan mantan pilot Garuda tersebut. Sebab, kasus pembunuhan pendekar HAM tersebut merupakan kewenangan dari lembaga yudikatif.

"Dalam hal seperti ini, inilah yang kemudian hukum kita yang namanya eksekutif tidak bisa melakukan intervensi dalam persoalan hukum itu. Karena ini adalah domainnya kehakiman dan kewenangan penahanannya juga (di) kehakiman, karena negara ini yang betul-betul sekarang ini tiga lembaga yudikatif, eksekutif dan legislatif ini benar-benar mandiri," paparnya.

Sidang PK Pollycarpus

Politikus PDIP itu mengingatkan bahwa kasus pembunuhan Munir merupakan kasus lama yang telah berlangsung sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus tersebut bila ditemukan fakta atau novum baru dalam kasus tersebut.

"Semua hal yang berkaitan dengan pelanggaran HAM kalau ditemukan fakta dan novum baru ya (pasti akan diusut)," tandasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini