nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simpanse Bisa Ajarkan 5 Hal Penting terkait Politik kepada Manusia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 26 Agustus 2018 08:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 26 337 1941506 simpanse-bisa-ajarkan-5-hal-penting-terkait-politik-kepada-manusia-Gpb6TrOvNi.jpg Ilustrasi simpanse. (Foto: Getty Images)

TERDAPAT sejumlah persamaan yang menakjubkan antara dunia politik manusia dengan primata. Profesor James Tilley menemukan apa saja yang dapat manusia pelajari terkait politik dari perebutan kekuasaan di dalam kelompok simpanse.

1. Tetap akrab dengan teman, tetapi lebih bersahabat dengan para musuh

Politik simpanse adalah persekutuan yang terus berubah. Agar menjadi pemimpin, Anda harus siap meninggalkan teman dan bersekutu dengan para musuh.

Sebagian besar persekutuan adalah karena asas saling menguntungkan, bukan karena persahabatan.

Simpanse. (Foto: Getty Images)

2. Ketika membina persekutuan, pilih pihak yang lemah, bukan yang kuat

Simpanse cenderung membentuk "persekutuan kemenangan minimal". Artinya adalah dua simpanse lemah akan mengerubuti satu ekor yang kuat, bukannya satu simpanse lemah bersekutu dengan yang kuat.

Ini masuk akal jika kita melihatnya dengan cara, jika saya bersekutu dengan yang lemah, pembagian keuntungan akan lebih menguntungkan saya dibandingkan berteman dengan yang kuat.

3. Baik jika ditakuti, tetapi lebih baik disukai

Para pemimpin simpanse adalah yang paling ditakuti dan berkuasa dengan menggunakan kekuatan, tetapi pemimpin seperti ini tidak akan bertahan lama.

Guna menjadi pemimpin yang sukses, perlu mengembangkan dukungan dan persekutuan Anda di antara masyarakat umum. Lalu paduan kelembutan dan ketegasan adalah kuncinya.

Simpanse. (Foto: Getty Images)

4. Baik jika disukai, tetapi lebih baik jika dapat memberikan sesuatu

Pemimpin yang bertahan paling lama adalah yang dapat menghimpun sumber daya dan menggunakannya untuk mendapatkan dukungan.

Pada program radio BBC In Analysis: Primate Politics, Anda dapat mendengar tentang pemimpin yang berkuasa selama 12 tahun dengan cara membagi-bagikan daging hasil buruan.

5. Ancaman dari luar dapat meningkatkan dukungan (jika ancaman tersebut memang nyata)

Ketika menghadapi ancaman dari luar, kelompok primata bergabung dan melupakan perseteruan di dalam. Hal yang menarik adalah tidak terdapat cukup bukti apakah perang perpecahan secara sengaja dapat dilakukan di antara manusia, kecuali terdapat ancaman besar yang tidak diperkirakan sebelumnya, seperti serangan 11 September di Amerika Serikat.

Simpanse. (Foto: Getty Images)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini