nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koordinasi 4W Bantu Petakan Penyaluran Bantuan Korban Gempa Lombok

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 24 337 1940707 koordinasi-4w-bantu-petakan-penyaluran-bantuan-korban-gempa-lombok-Tr8AYI6VHZ.jpg (Foto: BNPB)

JAKARTA - Operasi penanganan darurat bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat terus dilakukan. Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok melakukan koordinasi teknis sektoral melalui sembilan cluster sesuai prinsip 4W (Who does What in Where and When/Siapa melakukan Apa, Dimana, dan Kapan).

"Dengan peningkatan koordinasi, persoalan-persoalan terkait dengan pemberian bantuan dapat diselesaikan oleh para aktor kemanusiaan, baik dari negara maupun non-negara atau masyarakat sipil," ujar Tenaga Ahli yang menangani Kebencanaan di Kantor Staf Presiden (KSP) Roy Abimanyu, dilansir dari Nawala KSP, Jumat (23/8/2018).

Sembilan cluster tersebut meliputi pariwisata, penyelamatan dan evakuasi (SAR), logistik (BPBD Provinsi NTB), kesehatan (Kadis Kesehatan), pemulihan sarana prasarana (Kadis PU), pengungsian (Kadis Sosial), pendidikan (Kadis Pendidikan), keamanan (Polda NTB) dan perumahan (Kimpraswil).

Begini Kerusakan di Lombok Barat Akibat Gempa 7 SR

Koordinasi cluster dapat mengkombinasikan kemampuan yang ada untuk menutup kekurangan kebutuhan di lapangan secara lebih optimal. Bentuknya bisa seperti pembagian wilayah kerja ataupun kerjasama operasional.

Menurut Roy, yang terpenting dalam masa tanggap darurat adalah memenuhi layanan dan kebutuhan dasar para korban dan pengungsi sehingga mereka dapat segera bergerak ke fase berikutnya.

Koordinasi dengan prinsip 4W, lanjut dia, dapat membantu memetakan penyaluran bantuan dan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian dapat diketahui daerah yang belum terjangkau bantuan.

"Dengan koordinasi 4W dapat dipetakan bantuan telah disampaikan di mana saja dan apa sumber daya yang dimiliki aktor-aktor kemanusiaan. Juga dipetakan di mana saja kekurangan atau masyarakat yang belum terjangkau bantuan dan di mana saja sumber daya terdekat yang dapat menjangkaunya," kata Roy.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini