nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6.319 Personel Terlibat dalam Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok

Hantoro, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 09:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 23 337 1940152 6-319-personel-terlibat-dalam-penanganan-darurat-bencana-gempa-lombok-w0HYvJ9ucH.jpg Operasi penanganan gempa Lombok. (Foto: Ist)

JAKARTA – Pos Pendampingan Nasional (Pospenmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan strategis, teknis, dan taktis untuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok 2018. Pospenmas yang berada di satu kompleks dengan Posko Penanganan Darurat Gempa itu telah aktif sejak 24 Juli.

"Pemerintah pusat telah memobilisasi segala daya upaya untuk memberikan bantuan, termasuk untuk persoalan koordinasi, pengelolaan posko satgas tanggap darurat tingkat provinsi dan kabupaten, dan bantuan logistik," ujar Tenaga Ahli Bidang Kebencanaan Kantor Staf Kepresidenan Roy Abimanyu, seperti Okezone kutip dari situs resmi Kantor Staf Presiden, Kamis (23/8/2018).

Saat ini total sumber daya manusia yang terlibat dalam operasi penanganan darurat bencana gempa Lombok berjumlah 6.319 personel. Mereka berasal dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri serta relawan yang telah terkoordinasi di posko provinsi.

"Terdapat sekitar 6.000-an personel, baik dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI-Polri dari berbagai struktur militer dan kepolisan, dan juga 3.000-an relawan dari sekitar 240 organisasi yang telah terkoordinasi di posko provinsi," papar Roy.

Dampak gempa Lombok. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Ia mengatakan, aktivitas di Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok telah menggunakan teknologi komputasi. Selain itu, Posko juga menerapkan manajemen data spasial untuk mendukung distribusi bantuan logistik.

"Kini Posko telah menggunakan teknologi komputasi dan manajemen spasial untuk membantu cluster dan manajemen informasi pelaporan masyarakat," ujarnya.

Sementara untuk pengangkutan logistik melibatkan PT Pos dan angkutan TNI-Polri. Pengangkutan logistik termasuk menggunakan helikopter, truk besar, truk mini, sepeda motor, kendaraan operasional, serta kendaraan sewaan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini