Fatwa MUI: Vaksin MR Haram, tapi Boleh Digunakan

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 20 Agustus 2018 22:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 20 337 1939224 fatwa-mui-vaksin-mr-haram-tapi-boleh-digunakan-untuk-sementara-rV12b4ZhTG.jpg MUI konferensi pers soal fatwa vaksin MR. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat terkait penggunaan vaksin measles rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) untuk imunisasi. MUI memutuskan vaksin tersebut haram untuk digunakan karena mengandung unsur babi.

"Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram. Dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018) malam.

Namun, penggunaan vaksin tersebut saat ini diperbolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar'iyyah) dan belum ditemukan vaksin pengganti yang halal dan suci.

Vaksin Rubella-Shutterstock

"Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci," terang Hasanuddin.

Di samping itu, sambung dia, penggunaan vaksin MR saat ini hukumnya mubah karena ada keterangan ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya-bahaya yang ditimbulkan apabila tidak diimunisasi.

(Baca Juga : Menkes: Sadar Bahaya Rubella, Vaksin MR adalah Pencegahan Terbaik!)

Meskipun vaksin MR dinyatakan haram, penggunaannya untuk sementara diperbolehkan karena belum ada pengganti vaksin yang terbuat dari bahan yang halal.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini