nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituduh Palsukan Stempel KPU Papua, Refly Harun Dilaporkan ke Polisi

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 17 Agustus 2018 01:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 16 337 1937729 dituduh-palsukan-stempel-kpu-papua-refly-harun-dilaporkan-ke-polisi-BtiIY7iBsM.jpg Refly Harun.

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dilaporkan ke polisi dengan tuduhan membuat surat palsu saat bersidang sengketa pilkada serentak Kabupaten Puncak, Papua di Mahkamah Konstitusi (MK) antara masyarakat adat Papua melawan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Puncak.

Refly bertindak sebagai pengacara masyarakat adat Papua selaku penggugat hasil Pilkada 2018 yang kebetulan diikuti oleh calon tunggal. Dalam sidang yang digelar pada Kamis 2 Agustus lalu itu Refly diduga pemalsukan stempel dan kop surat KPUD kemudian dijadikan bukti persidangan.

"Jadi surat itu diduga dipalsukan RH dan teman-teman yang dijadikan bukti. Saat persidangan itu saya kuasa hukum dari termohon dalam hal ini KPU Kabupaten Puncak kita sudah klarifikasi bukti di ruang sidang," kata pengacara KPUD Puncak Pieter Ell di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/8/2018).

Refly Dimintai Keterangan

Menurut Pieter, akibat ulah Refly Harun itu kliennya yang juga Ketua KPUD Puncak Erianus Kiwak merasa dirugikan karena tidak pernah merasa mengeluarkan dokumen yang dibuat barang bukti oleh Refly Harun di hadapan hakim MK.

"Stempel yang dipakai menggunakan stempel ketua KPU padahal ketua KPU enggak pernah mengeluarkan surat itu. Dan stempel juga diduga kuat baru dibuat di Jakarta," terangnya.

Laporan Pieter diterima Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/4318/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Adapun Refly Harun terancam dijerat Pasal 263 Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini