Mangkir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Politikus PAN Sukiman

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 13 Agustus 2018 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 13 337 1935926 mangkir-kpk-jadwal-ulang-pemeriksaan-politikus-pan-sukiman-xmncQpZQ7o.jpg ilustrasi

JAKARTA - Anggota komisi XI DPR RI Sukiman, mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, terkait kasus suap usulan dana perimbangan daerah tahun anggaran 2018. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu telah mengirimkan surat ketidakhadirannya ke KPK.

"Saksi Sukiman tidak datang, tadi stafnya menyampaikan surat ke KPK," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (13/8/2018).

KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Sukiman. Namun, Febri mengaku belum tahu kapan Sukiman akan dijadwalkan ulang untuk diperiksa. "Ya nanti akan dijadwalkan ulang kembali sesuai kebutuhan penyidik," terangnya.

‎Rencananya, Sukiman akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Amin Santono. Diketahui, KPK sedang mengembangkan kasus yang menyeret PNS Kemenkeu Yaya Purnomo dan anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono tersebut. Pengembangan mengarah ke sejumlah anggota DPR, pejabat Kemenkeu, ataupun pejabat daerah.

Dugaan pengembangan perkara mencuat setelah tim penyidik menggeledah tiga lokasi terkait kasus ini. Tiga lokasi itu yakni, kediaman Puji Suhartono, di Graha Raya Bintaro, rumah dinas anggota DPR fraksi PAN yang diduga dihuni Sukiman di Kalibata, dan Apartemen milik tenaga ahli anggota DPR fraksi PAN di Kalibata City.

Dari apartemen tenaga ahli anggota DPR fraksi PAN, tim menyita satu unit mobil jenis Toyota Camry. Kemudian, dari kediaman Puji Suhartono, tim menyita uang sebesar Rp1,4 miliar dalam pecahan Dollar Singapura. Sedangkan dari rumah dinas anggota DPR fraksi PAN, KPK hanya menyita dokumen.

Febri menyatakan, pihaknya masih mendalami dugaan sejumlah bukti tambahan hasil penggeledahan ‎yang masih berkaitan dengan kasus ini. Nantinya, bukti tambahan tersebut besar kemungkinan bisa mengarah ke pengembangan perkara.

"Beberapa fakta akan kami lengkapi terlebih dahulu, penyidikan ini masih berjalan, nanti kita akan mempelajari kalau memang ada pengembangan-pengembangan di perkaranya untuk fakta-fakta yang lain," kata Febri.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat tersangka terkait ‎kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018. Keempatnya yakni, Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono, PNS Kemenkeu, Yaya Purnomo, perantara suap, Eka Kamaluddin, serta pihak swasta, Ahmad Ghiast.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini