PDIP Kutuk Aksi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Kapitra Ampera

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 07 Agustus 2018 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 07 337 1933143 pdip-kutuk-aksi-pelemparan-bom-molotov-di-rumah-kapitra-ampera-LWXGS2lJP5.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Fadel Prayoga)

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di rumah Kapitra Ampera yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan pada Senin 6 Agustus 2018. Ia pun meminta aparat kepolisian untuk mengusut dan mengungkap pelaku aksi teror tersebut.

"Kami mengutuk keras tindakan-tindakan yang sembunyi tangan, tindakan yang tidak bertanggung jawab," kata Hasto di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

 Rumah Kapitra Ampera

PDIP, lanjut Hasto, akan menjadi garda terdepan dalam mengawal kasus itu agar menjadi terang benderang. Sebab, ia amat menyesalkan aksi teror yang menimpa mantan pengacara Habieb Rizieq tersebut.

"Dan tidak bisa dibiarkan. Maka, kami juga meminta Pak Kapitra segera melaporkan. Kami juga akan menjadi benteng bagi siapa pun yang menerima tindakan teror," imbuhnya.

Hasto mengapresiasi sikap dari Kapitra yang menyatakan mundur sebagai bakal calon legistlatif (bacaleg) dari partai berlambang banteng moncong putih itu. Kata Hasto, Kapitra akan terus membela ulama dan masyarakat lewat jalur politik melalui PDIP.

"Kapitra sendiri mengatakan, tetap mengatakan kebenaran harus ditegakkan di atas kebenaran itu sendiri. Beliau tidak akan mundur sedikit pun terhadap berbagai tekanan-tekanan. Dia telah memutuskan bersama PDI perjuangan," tegasnya.

 Rumah Kapitra Ampera

Sebelumnya, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menjelaskan bahwa pelaku pelemparan bom molotov di kediaman bacaleg PDIP Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur Dalam VIII berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV di sekitar lokasi.

"Kita lagi identifikasi ada dua motor empat orang. Nah, kita cari wajah sama identitas kendaraan. Itu (gambar CCTV) kabur, makanya kita bawa ke Labfor. Kalau kita lihat pakai mata sendiri, kabur makanya kita masukkan ke Labfor," tutur Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi, Indra Djafar, saat dikonfirmasi Okezone, hari ini.

Polisi sendiri kini tengah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya istri dari Kapitra dan pembantunya. Polisi juga menjelaskan, dari rekaman CCTV baik pelaku maupun kendaraan yang digunakan tidak terlihat dengan jelas.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini