nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sudah Kantongi Keterangan dari Almarhumah Istri Emirsyah Satar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 20:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 02 337 1931028 kpk-sudah-kantongi-keterangan-dari-almarhumah-istri-emirsyah-satar-lX3k9qT8Uy.jpg Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Sandrina Abubakar, istri dari mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, ‎Emirsyah Satar, meninggal dunia pada, kemarin. Dia meninggal karena sakit pankreas setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret Emirsyah Satar, masih terus berjalan. KPK memastikan penyidikan terhadap Emirsyah tidak akan terganggu. Sebab, KPK sudah mengantongi kesaksian dari Sandrina Abubakar.

"Seingat saya, pemeriksaan (Sandrina Abubakar) sudah pernah dilakukan sebelumnya sebagai saksi, ya ini seingat saya. Nanti saya pastikan lagi kapan dan berapa kalinya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/8/2018).

Menurut Febri, pihaknya sudah mengantongi sejumlah alat bukti ‎dan keterangan para saksi untuk proses penyidikan Emirsyah Satar, meskipun ada beberapa dokumen di luar negeri yang harus dilengkapi.

"Meskipun kami juga masih perlu berkoordinasi dengan otoritas di luar negeri," kata Febri.

Ilustrasi

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

(Baca Juga : KPK Periksa Emirsyah Satar Sebagai Saksi Tersangka Soetikno Soedarjo)

Dua tersangka tersebut adalah mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun, hingga kini keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(Baca Juga : Petinggi PT Airbus Group Indonesia Diperiksa KPK Terkait Suap Pesawat)

Perkara ini dapat dikatakan lintas negara lantaran perusahaan mesin besar, Rolls Royce ‎Plc terseret sengkarut dugaan korupsi di beberapa negara. Negara-negara tersebut diantaranya, Indonesia, Inggris, dan Singapura

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini