nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih yang Tersandung Kasus Hukum Bakal Ditunda

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 04:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 02 337 1930583 pelantikan-kepala-daerah-terpilih-yang-tersandung-kasus-hukum-bakal-ditunda-EEnv99c4iY.jpg Mendagri, Tjahjo Kumolo. (Foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Adanya sejumlah kepala daerah terpilih di Pilkada Serentak 2018 yang tersandung kasus hukum direspons oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Menurutnya, pihaknya akan mempertimbangkan penundaan pelantikan jika sudah berkekuatan hukum tetap.

Hal ini ia sampaikan saat Sarasehan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Acara berlangsung di Gor Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurutnya, kebijakan penundaan pelantikan kepala daerah terpilih yang tersandung kasus hukum guna menghindari pemimpin daerah memimpin dari balik Lembaga Pemasyarakatan (LP).

"Iya kalau dia salah. Kalau dia salah ya sudah langsung diganti. Kalau dia tidak salah, langsung dilantik. Karena dulu itu ada kepala daerah dilantiknya di LP. Enggak enak rasanya," urainya.

Tjahjo Kumolo

Namun Tjahjo menegaskan, penundaan pelantikan hanya bagi mereka yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap sebagaimana sudah diatur dalam perundangan-undangan. "Karena aturan undang-undangnya, apabila belum berkekuatan hukum tetap bisa dilantik," terang Tjahjo.

Ia menambahkan, dalam UU Nomor 10 tahun 2016 disebutkan bahwa kepala daerah terpilih yang menjadi tersangka tetap bisa dilantik. Sedangkan pemberhentian sebagai kepala daerah dapat dilakukan apabila status hukum sudah kekuatan hukum tetap dari pengadilan.

"Kalau seorang kepala daerah pemenang pilkada ditahan, dimungkinkan yang dilantik wakilnya dulu. Kepala daerahnya nunggu berkekuatan hukum tetap," pungkas Mendagri.

Di provinsi Jawa Timur sendiri, satu kepala daerah terpilih yakni Syahri Mulyo, calon bupati Tulungagung berhasil memenangkan Pilbub 2018. Syahri yang terkena kasus suap itu kini meringkuk di balik jeruji besi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini