nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 921 Tumbuhan & Hewan Dilindungi, Burung Pleci Termasuk Salah Satunya

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 31 Juli 2018 17:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 31 337 1929924 ada-921-tumbuhan-hewan-dilindungi-burung-pleci-termasuk-salah-satunya-pGEdux3vk3.jpg (Foto: Antara)

JAKARTA - Melalui Peraturan Menteri LHK nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, pemerintah menambah sejumlah flora dan fauna di dalamnya.

"Saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3803), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," tulis Pasal 2 dalam peraturan menteri tersebut.

Di antara 921 jenis flora dan fauna yang termasuk dilindungi dalam aturan tersebut, di antaranya adalah Zosterops flavus atau kacamata jawa alias burung pleci dan Chrysocorythus estherae atau kenari melayu.

Sementara jenis tumbuhan yang termasuk dalam kategori dilindungi adalan Cymbidium hartinahianum atau Anggrek Ibu Tien.

Dalam Pasal 21 ayat (2) UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. menyebutkan setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati; dilarang mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; dilarang memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; dilarang mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi.

Bila melanggar aturan main tersebut, sanksi yang dikenakan adalah penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000, sesuai Pasal 40 UU No 7/1999. Sementara, bagi yang dianggap lalai melanggarnya maka bisa disanksi pidana maksimal 1 tahun dan denda paling banyakRp 50.000.000.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih rinci soal hewan serta tumbuhan yang masuk dalam kategori dilindungi itu, bisa klik link berikut ini:

http://ksdae.menlhk.go.id/assets/news/peraturan/P.20_Jenis_TSL_.pdf

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini