nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berikut Proses Lengkap Gerhana Bulan Total Terlama Abad Ini

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 28 Juli 2018 02:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 28 337 1928515 berikut-proses-lengkap-gerhana-bulan-total-terlama-abad-ini-jSmoEF0TWl.jpg Pemantauan gerhana bulan total oleh BMKG. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Gerhana bulan total (GBT) akan terlihat di Indonesia pada Sabtu 28 Juli 2018 dini hari. Gerhana tersebut akan menjadi yang terlama dalam abad ini dengan durasi 103 menit. Lalu bagaimana proses lengkapnya? Berikut ini pemaparannya.

Menurut Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly, proses GBT pada 28 Juli 2018 dimulai ketika piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi sekira pukul 00.13 WIB.

Setelah itu, kecerlangan bulan lebih redup dibandingkan kecerlangannya sebelum gerhana.

"Perubahan kecerlangan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana," ujar Sadly kepada wartawan di Kantor BMKG, Sabtu (28/7/2018).

Ia melanjutkan, ketika piringan bulan memasuki umbra bumi pada pukul 01.24 WIB, fase gerhana sebagian dimulai. Hal ini ditandai dengan sedikit lebih gelapnya bagian bulan yang mulai memasuki umbra bumi.

"Semakin lama maka bagian gelap ini semakin besar, hingga akhirnya seluruh piringan bulan memasuki umbra bumi pukul 02.30 WIB," jelas dia.

Ia mengutarakan, sejak posisi itu, bagian bulan memerah dan mencapai puncak merah yang merupakan saat puncak gerhana pada pukul 03.22 WIB.

Dengan memerahnya piringan bulan ini karena cahaya matahari dihamburkan atmosfer bumi, selanjutnya bagian cahaya merahnya diteruskan sampai bulan. Oleh karena itu, fase totalitas gerhana bulan total akan berwarna kemerahan.

"Peristiwa memerahnya piringan bulan saat fase totalitas ini berakhir pukul 04.13 WIB ketika piringan bulan memasuki penumbra bumi. Sejak itu piringan bulan terlihat gelap kembali plus adanya bagian terang pada piringan bulan yang menandakan peristiwa gerhana bulan sebagian kembali terjadi," bebernya.

Selanjutnya, seiring waktu bagian terang semakin besar hingga akhirnya seluruh piringan bulan meninggalkan umbra bumi pukul 05.19 WIB. Saat itu bulan berada di bagian penumbra bumi sehingga peristiwa gerhana bulan penumbra kembali terjadi.

"Kini bulan semakin cerlang, meskipun kurang cerlang dibandingkan purnama biasa hingga gerhana selesai pukul 06.30 WIB saat bulan meninggalkan penumbra bumi," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini