nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota DPRD Langsung Ditahan Usai Diperiksa terkait OTT Bupati Lampung Selatan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 23:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 27 337 1928471 anggota-dprd-langsung-ditahan-usai-diperiksa-terkait-ott-bupati-lampung-selatan-R0vlPWZUrK.jpg Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Bhakti Nugraha langsung ditahan usai diperiksa KPK terkait OTT Bupati Zainudin Hasan. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anggota DPRD Lampung Selatan, Agus Bhakti Nugraha (ABN), langsung dibawa ke rumah tahanan. Agus keluar dari Gedung Merah Putih KPK dengan menggunakan rompi tahanan berwarna oranye sekiranya pukul 21.57 WIB.

Saat keluar menuju mobil tahanan, ia sempat menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Lampung Selatan atas perbuatannya. "Mohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan," ujarnya, Jumat (27/7/2018).

Konpers KPK terkait OTT Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Sementara Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan bahwa Agus Bhakti Nugraha akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"ABN di rutan pada Kepolisian Resor Jakarta Pusat," ujar Yuyuk.

Sekadar diketahui, dalam operasi tangkap tangan (OTT) kemarin, Tim KPK sempat mengamankan uang sebesar Rp200 juta dari tangan Agus Nugraha. Uang tersebut diduga bagian dari permintaan Zainudin Hasan kepada Anjar Asmara sejumlah Rp400 juta.

"Uang Rp200 juta diduga berasal dari pencairan uang muka untuk empat proyek senilai Rp2,8 miliar," terangnya.

Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Bhakti Nugraha. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Adapun empat proyek itu yakni proyek Box Culvert Waysulan, reha‎bilitasi ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa, peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug, serta peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Gilang disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Zainudin Hasan, Agus Nugraha, dan Anjar Asmara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini